Share

NASA Sebut Sampah Luar Angkasa Jadi Ancaman Serius Zaman Ini

Tangguh Yudha, Jurnalis · Kamis 15 September 2022 12:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 15 56 2668057 nasa-sebut-sampah-luar-angkasa-jadi-ancaman-serius-zaman-ini-Kb4S4k84kD.jpg NASA sebut sampah luar angkasa jadi ancaman serius zaman ini (Foto: SciTech Europa)

JAKARTA - NASA menyebutkan, sampah luar angkasa menjadi tantangan besar bagi dirgantaraan. Dikatakan, ini bisa menjadi ancaman bagi satelit orbit rendah Bumi (LEO), pesawat luar angkasa, hingga Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Seperti yang dicatat NASA, sampah luar angkasa sendiri sebagian besar terdiri dari puing-puing yang terkait dengan misi dan fragmentasi, pesawat ruang angkasa yang tidak berfungsi, dan bagian roket yang ditinggalkan.

Dilansir dari ZDNET, Kamis (15/9/2022), NASA menegaskan bahwa sampah-sampah tersebut telah menjadi ancaman serius di zaman ini.

"Puing-puing orbit adalah salah satu tantangan besar di era kita. Mempertahankan kemampuan kita untuk menggunakan ruang angkasa sangat penting bagi ekonomi kita, keamanan nasional kita, dan perusahaan sains dan teknologi bangsa kita," kata Bhavya Lal, seorang petinggi NASA.

"Penghargaan ini akan mendanai penelitian untuk membantu kita memahami dinamika lingkungan orbit dan menunjukkan bagaimana kita dapat mengembangkan kebijakan untuk membatasi puing-puing. Menciptakan dan mengurangi dampak puing-puing yang ada," lanjutnya.

Sensor Space Surveillance Network (SSN) Pentagon melacak 27.000 keping sampah antariksa, baik buatan manusia maupun meteoroid, dengan diameternya mulai dari lima sentimeter di orbit rendah Bumi dan sekitar satu meter dalam orbit geosinkron.

Sementara NASA mengatakan ada 23.000 keping puing yang lebih besar dari bola softball yang mengorbit Bumi dengan kecepatan hingga 17.500 mph (28.163 km/jam).

Sementara itu, China pada tahun 2007 secara kontroversial menggunakan rudal untuk menghancurkan satelit cuaca lama untuk uji ASAT, menciptakan lebih dari 3.500 keping besar, puing-puing yang dapat dilacak dan lebih banyak lagi puing-puing kecil yang tidak terlacak.

Lalu, menurut Komando Luar Angkasa AS, pada November 2021, Rusia juga melakukan tes ASAT yang menghasilkan setidaknya 1.500 keping puing orbital yang dapat dilacak.

(amj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini