Share

Pendapat Sains dan Alquran Selaras, Air Laut dan Tawar Tak bisa Bersatu

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Jum'at 16 September 2022 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 15 56 2668538 pendapat-sains-dan-alquran-selaras-air-laut-dan-tawar-tak-bisa-bersatu-nJnrfT13oP.jpg Pendapat sains dan Alquran selaras, air laut dan tawar tak bisa bersatu (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Di Selat Gibraltar, ada fenomena air laut dan tawar yang tidak bisa bercampur dan dapat disaksikan. Tampak dua laut yang berbeda warna dan tidak bersatu.

Ada sebuah video yang diunggah ke YouTube memperlihatkan lautan yang luas. Dalam video itu, terlihat dua warna air yang berbeda.

Satu laut berwarna biru tua, sedangkan satu lagi dengan warna yang berbeda. Salah satu dari dua warna laut tersebut, memiliki kandungan air tawar.

Buku 'Alquran vs Sains Modern menurut Dr Zakir Naik' karya Ramadhani dkk, seorang ahli oseanografi bernama Francis J Cousteau pernah menyampaikan laporannya sebagai hasil pengkajiannya terhadap fenomena alam tersebut.

Fenomena yang terjadi di Selat Gibraltar ini bisa dijelaskan secara sains. Selat Gibraltar sendiri, merupakan pertemuan antara Laut Mediterania dan Laut Atlantik.

"Kami mempelajari pernyataan peneliti tertentu tentang penghalang yang memisahkan lautan dan mengamati bahwa Laut Mediterania memiliki salinitas dan kerapatan yang berbeda serta menjadi tempat hunian bagi flora dan fauna yang khas dari tempat itu," jelas Cousteau.

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya meneliti air di Samudera Atlantik dan menemukan sifat yang sama sekali berbeda dengan Laut Mediterania.

Awalnya, mereka mengira kedua laut yang bertemu di Selat Gibraltar mestinya menunjukkan sifat yang serupa dalam salinitas, kerapatan, dan sifat-sifat lainnya.

Namun, kedua laut itu menunjukkan sifat berbeda walaupun keduanya berdampingan. Hal tersebut sangat mengherankan.

"Sebuah tabir ajaib mencegah keduanya bercampur. Tabir serupa juga diamati di Bab Al Mandab di Teluk Aden yang bertemu dengan Laut Merah," tambahnya.

Fenomena bertemunya dua air laut namun tidak saling bercampur ini juga disebabkan karena gaya fisika yang disebut 'tegangan permukaan'.

Para ahli kelautan menemukan bahwa air dari laut-laut yang bersebelahan memiliki perbedaan massa jenis.

Karena perbedaan massa jenis ini, tegangan permukaan mencegah dua lautan untuk saling bercampur, seolah-olah terdapat dinding tipis yang memisahkan keduanya.

Pembatas yang ada di antara pertemuan dua jenis air ini dijelaskan sekira 14 abad lalu di dalam salah satu ayat Alquran.

وَهُوَ الَّذِيْ مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَّهٰذَا مِلْحٌ اُجَاجٌۚ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَّحِجْرًا مَّحْجُوْرًا

"Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi," (QS. Al-Furqan: 53).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini