Share

Kisah Hacker Paling Terkenal di Dunia yang Sekarang Bertobat

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Sabtu 17 September 2022 17:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 17 54 2669577 kisah-hacker-paling-terkenal-di-dunia-yang-sekarang-bertobat-MARPOAghJK.jpg Kisah hacker paling terkenal di dunia yang sekarang bertobat (Foto: Wikimedia Commons)

JAKARTA - Kisah hacker paling terkenal di dunia yang sekarang bertobat mungkin belum banyak yang tahu. Hacker akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat setelah salah sosok Bjorka membobol data beberapa pejabat Indonesia.

Jauh sebelum itu, ada hacker yang cukup terkenal di dunia, yakni Kevin Mitnick. Namanya dulu pernah jadi incaran FBI lantaran aksi-aksinya pada masanya termasuk canggih.

Sebagai peretas komputer yang ahli, ia beraksi sejak usia 16 tahun. Kala itu, ia mengakses sistem komputer Digital Equipment Network dan mengkopi software perusahaan tersebut.

Tindakan itu membuatnya ditangkap aparat dan dijatuhi hukuman 12 bulan penjara pada 1988 serta 3 tahun bebas bersyarat. Sayangnya, menjelang akhir masa pengawasannya, Mitnick justru menjebol sistem komputer Pacific Bell.

Saat hendak ditangkap kembali, ia melarikan diri selama 2,5 tahun. Menurut Departemen Kehakiman AS, Mitnick berhasil mengakses lusinan jaringan komputer secara ilegal saat kabur.

Pria yang kini berusia 59 tahun itu, mengkloning ponsel untuk menyembunyikan lokasinya serta mengkopi software penting milik beberapa perusahaan komputer dan ponsel besar. Bahkan, Sun Microsystems, Nokia, dan Motorola menjadi korbannya.

Pada 1995, FBI berhasil menangkap Kevin Mitnick di apartemennya dan dijatuhi hukuman 5 tahun penjara. Setelah bebas, ia pun masih diawasi dan sempat dilarang menggunakan teknologi komunikasi apapun.

Sejak bebas untuk kedua kalinya itulah, Mitnick sudah tobat. Ia memilih jadi hacker baik atau white hat dan menawarkan jasa konsultasi keamanan. Pria asal Amerika ini juga menulis buku dan sering menjadi pembicara.

Dikutip dari PBS, Mitnick mengaku menjadi hacker lantaran termotivasi untuk mencari pengetahuan, adanya tantangan intelektual, dan melepaskan diri dari realitas.

Ia mengaku mempelajari segala hal tentang celah keamanan di sistem tersebut bukan untuk keuntungan. Sebab, ia tidak pernah mendapat uang dari aktivitas itu.

Kevin Mitnick juga berpesan agar para hacker jangan mengikuti jejaknya. Baginya aktivitas hacker jahat menghancurkan dan merusak.

Menurutnya, jika ada orang tertarik pada aspek peretasan komputer, mereka dapat melakukannya dengan sistem buatan sendiri dan tidak mengganggu atau melanggar privasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini