Share

Ingin Jadi Hacker Profesional? Perhatikan Sejumlah Hal Ini

Tika Vidya Utami, Jurnalis · Selasa 20 September 2022 10:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 20 54 2671046 ingin-jadi-hacker-profesional-perhatikan-sejumlah-hal-ini-Uo5q7p4Syu.JPG Ingin jadi hacker profesional? Perhatikan sejumlah hal ini (Foto: TechSpot)

JAKARTA - Hacker Bjorka akhir-akhir ini menjadi sorotan. Pasalnya, dia mengklaim telah membobol data penting milik pemerintah Indonesia.

Namun, ternyata tidak semua hacker hanya melakukan tindakan kriminal. Ada juga hacker yang bekerja guna menyelamatkan data hingga meningkatkan keamanan sistem atau jaringan yang dimiliki oleh institusi atau perusahaan tertentu.

Dikutip dari GreyCampus, Selasa (20/9/2022), hacker yang demikian dikenal sebagai white hat hacker atau ethical hacker. Mereka merupakan mempunyai pengetahuan serta guna mengidentifikasi serta mengeksploitasi kerentanan sistem atau jaringan.

White hat hacker ini, bekerja atas izin pemilik sistem. Ia juga harus mematuhi tujuan, aturan, serta hukum negara.

Sementara itu, tindakannya yang disebut ethical hacking merupakan kegiatan peretasan yang dilakukan guna mengetahui ancaman, kerentanan yang berada di sistem atau jaringan.

Tujuan dari ethical hacking ini adalah untuk meningkatkan sistem atau jaringan dengan memperbaiki kerentanan yang ditemukan. Oleh karena itu, terdapat beberapa perusahaan yang merekrut white hat hacker. Mereka direkrut guna meningkatkan keamanan agar tidak dibobol oleh black hat hacker.

White hat hacker dapat menggunakan metode serta alat yang sama seperti yang digunakan oleh black hat hacker dengan izin dari pihak berwenang. Jika menemukan kelemahan, white hat hacker ini akan melaporkan kerentanan yang ditemukan kepada pihak berwenang.

Persyaratan terpenting untuk menjadi white hat hacker adalah etika. Etika merupakan hal yang memisahkan orang baik dari orang jahat. Inilah yang membedakan seorang white hat hacker dengan pelaku peretasan yang bertindak tanpa batas dalam membocorkan data.

Untuk menjadi seorang white hat hacker yang profesional, seseorang juga harus memahami jaringan, baik kabel maupun nirkabel. Keterampilan dalam sistem operasi, terutama Linux serta Windows, juga perlu dimiliki.

Mereka harus memahami firewall, sistem file, terbiasa dengan server, workstation, ilmu komputer secara umum, hingga keterampilan pengkodean yang menjadi nilai penting.

Kemampuan dan keterampilan white hat hacker dapat ditunjukkan melalui kepemilikan sertifikat.

Sertifikat yang harus dimiliki oleh white hat hacker atau ethical hacker seperti Certified Ethical Hacker (CEH), Offensive Security Certificied Professional (OSCP), Certified Information Systems Auditor (CISA), Certified Information Security Systems Professional (CISSP), serta CISM Certification.

Selain itu, ada pula Security+ Certification, CompTIA Advanced Security Practitioner (CASP+) Certification, Certified Network Defender (CND), Digital forensics Certification, CRISC Certification, Pen Testing Certification, Certified Threat Intelligence Analyst (CTIA) Certification, dan Malware Analyst Certification.

Alat pengujian kerentanan seperti Metasploit Invicti hingga OpenVAS merupakan di antara elemen yang dapat membantu white hat hacker dalam menjalankan pekerjaannya.

Bicara soal pekerjaan, prospek kerja seorang white hat hacker cukup luas. White hat hacker dapat menjadi security engineer, chief information security officer, security analyst, computer forensics, dan security consultant.

Bukan hanya itu, white hat hacker dapat pula bekerja sebagai digital forensics, security administrator, security software developer, security specialist, malware analyst, data protection officer, hingga cybercrime investigator.

Terdapat aturan yang harus dipatuhi oleh seorang white hat hacker, yaitu meminta izin untuk masuk pada sistem atau jaringan milik instansi atau perorangan.

Kegiatan hacking akan menjadi ilegal apabila hacker menerobos sistem atau jaringan tanpa izin. Usai mendapat izin, white hat hacker mula-mula mengecek masalah yang terjadi.

Setelah mendapatkan masalahnya, ia tidak langsung melakukan tindakan, tetapi melaporkan terlebih dahulu kepada yang berwenang.

Namun, tidak semua yang ditemukan harus dilaporkan. Hal ini lantaran ada beberapa yang tidak perlu diketahui terkait tujuan keamanan sistem dan jaringan.

Setelah melakukan pengecekan, white hat hacker ini harus menghilangkan jejak. Langkah ini sebagai tindakan preventif guna mencegah black hat hacker mengikuti jejaknya.

Sebagian besar white hat hacker atau ethical hacker mempunyai gelar sarjana dalam ilmu komputer. Namun juga ada yang mempunyai gelar di bidang teknik hingga keamanan informasi.

Selain mempunyai gelar sarjana, ethical hacker umumnya mempunyai beberapa tahun pengalaman bekerja sebagai IT profesional atau pemrograman. Bahkan beberapa ethical hacker ini belajar secara otodidak.

Namun, sejumlah perusahaan lebih memilih ethical hacker dengan pendidikan formal serta pelatihan ethical hacking.

Berdasarkan laporam Salary, gaji seorang ethical hacker di Amerika Serikat (AS) bisa mencapai Rp1,5 miliar per 29 Agustus 2022.

Kisaran gaji ini sangat bervariasi. Tergantung pada beberapa faktor, seperti pendidikan, sertifikasi yang dimiliki, keterampilan, hingga pengalaman yang dimiliki oleh seorang ethical hacker ini.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini