Share

10 Hacker Terkenal di Dunia, dari Kevin Mitnick hingga Michael Calce

Ajeng Wirachmi, Jurnalis · Selasa 20 September 2022 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 20 54 2671180 10-hacker-terkenal-di-dunia-dari-kevin-mitnick-hingga-michael-calce-y7zXgWFN5a.jpg 10 hacker terkenal di dunia, dari Kevin Mitnick hingga Michael Calce (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Peretas (hacker) menjadi ancaman tersendiri bagi keamanan siber. Berkat kepiawaiannya, situs-situs resmi pemerintah, organisasi, hingga kantor berita ternama bisa diretas.

Bukan hanya itu, aksi hacker juga dapat menimbulkan dampak yang besar, sehingga merugikan banyak pihak. Mereka pun dianggap sebagai momok keamanan siber.

Diketahui, ada 10 sosok hacker terkenal di dunia karena aksinya berhasil menarik perhatian dunia, siapa saja mereka? Dirangkum dari berbagai sumber, simak berikut ini.

1. Kevin Mitnick

Kevin Mitnick merupakan hacker paling terkenal di dunia yang namanya masih diperbincangkan hingga kini. Ia bahkan pernah mencari buronan FBI karena aksinya yang canggih dan terstruktur.

Melansir laman Mitnick Security, Kevin Mitnick lahir di California, 6 Agustus 1963 dan sudah tertarik dengan dunia teknologi serta komputer sejak usia belia.

Ia menghabiskan masa mudanya dengan mendalami teknologi, mempelajari teknologi terbaru yang muncul, sembari menyantap pizza bersama rekan-rekannya. Mitnick tumbuh dengan pengetahuan teknologi dan komputer yang amat mumpuni.

Pada tahun 1983, Mitnick mengakses sistem komputer perusahaan bernama Digital Equipment Network serta mengkopi perangkat lunaknya. Akibatnya, Mitnick ditangkap aparat dan ditahan selama 1 tahun. Setelahnya, Mitnick dikenakan hukuman bebas bersyarat selama 3 tahun.

Menjelang akhir kebebasannya, Mitnick justru kembali nekat mendobrak sistem komputer Pacific Bell. Ia melarikan diri ketika akan diringkus.

Memiliki banyak masalah dengan kepolisian dengan menjadi hacker jahat, Mitnick memutuskan untuk berhenti dan berlatih menjadi hacker baik. Ia kerap menulis buku dan menjadi pembicara dalam seminar-seminar teknologi.

2. Elliott Gunton

Peretas muda asal Inggris, Elliott Gunton, mencuri data pribadi orang untuk kebutuhan cryptocurrency. Melansir BBC, pemuda berusia 19 tahun itu ditangkap pada April 2018 dan komputernya disita selama pemeriksaan.

Karena perbuatannya itu, Elliott dijatuhi hukuman 20 bulan penjara. Kejahatan serupa juga ia lakukan di Amerika Serikat (AS), dengan mencuri identitas dan membajak EtherDelta.

Situs ini adalah situs pertukaran mata uang, Elliott berhasil menipu korbannya dan memperoleh pendapatan hingga USD800 ribu dari hanya 1 korban.

Kasus ini tidak hanya melibatkan Elliott, namun juga kedua orangtuanya, Carlie dan Jason Gunton, yang mengaku mentransfer hasil kejahatan putra mereka.

Jason dijatuhi hukuman 5 bulan penjara dan Carlie dikurung selama 3 bulan. Keduanya juga diskors selama 1 tahun. Meskipun bukan hacker paling berbahaya, namun nama Elliott Gunton patut masuk dalam jajaran hacker terkenal lantaran usianya yang masih cukup muda dan peran orangtuanya demi melancarkan aksi sang anak.

3. Robert Morris

Selanjutnya, ada nama Robert Tappan Morris, yang juga masuk dalam jajaran 10 peretas atau hacker ternama. Laman Crime Museum menyebut, Morris meluncurkan malware terkenal bernama worm Morris di tahun 1988 dari komputer milik Universitas Cornell.

Kala itu, dirinya masih berstatus sebagai mahasiswa pascasarjana di universitas tersebut. Worm ini menyebar ke seluruh komputer yang terhubung langsung dengan jaringan internet. Hebatnya, Morris merancang malware ciptaannya itu agar tidak mudah terdeteksi oleh pihak manapun.

Sejatinya, worm Morris tidak merusak sistem, melainkan hanya memperlambat pemrosesan komputer. Sampai detik ini, tidak ada yang tahu persis motif Morris menciptakan worm itu.

Ia diadili di bawah Computer Fraud and Abuse Act tahun 1986. Disebutkan bahwa Morris diadili dengan hukuman 3 tahun masa percobaan dan denda sekitar Rp150 miliar.

4. Anonymous

Bagi Anda yang intens menggunakan media sosial, pasti tidak asing dengan peretas Anonymous. Rupanya, Anonymous merupakan sekelompok aktivis internasional yang terkenal melakukan berbagai serangan siber, baik terhadap lembaga pemerintah ataupun perusahaan ternama.

Anggota kelompok ini dikenal dengan kehadirannya yang menggunakan topeng guy fawkes.

Pada Februari 2022, Anonymous melalui akun Twitter-nya mengumumkan perang siber melawan pemerintah Rusia. Kelompok ini mengeklaim sudah melakukan beberapa peretasan dunia maya sehingga situs tersebut tidak dapat terjangkau.

Melansir The Guardian, Anonymous merobohkan situs resmi pemerintahan seperti Kementerian Pertahanan dan laman Russia Today.

Sebelumnya, kelompok ini juga meretas dan merilis pesan suara milik Donald Trump di tahun 2012. Bocoran suara itu diperdengarkan di sebuah forum yang memang menjadi ladang penyebaran hasil peretasan Anonymous. Meskipun memang belum diverifikasi kebenarannya, namun hal tersebut cukup mengguncang publik dunia.

5. Jonathan James

Jonathan James merupakan hacker terkenal asal Florida Selatan, Amerika Serikat, yang melakukan peretasan di usia 16 tahun. Pria yang lahir pada 12 Desember 1983 ini berulang kali berhasil menembus laman Departemen Pertahanan dan Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA).

Departemen Kehakiman AS, melansir New York Times, mengklaim bahwa James adalah peretas remaja pertama yang dijatuhi hukuman penjara.

Lebih jelasnya, James disebut menyerang 13 komputer NASA di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Marshall, Huntsville pada 29 dan 30 Juni 1999. Ia mengunduh perangkat lunak dan mencuri data di tempat tersebut. Jonathan James meninggal dunia di Florida pada 18 Mei 2008 ketika usianya masih sangat muda, yakni 24 tahun.

6. Kevin Poulsen

Nama Kevin Poulsen sempat masyhur sebagai seorang peretas andal masa lampau. Pria asal Pasadena kelahiran 1965 ini pernah meretas jaringan telepon tetap milik stasiun radio KIIS-FM.

Hal itu membuatnya sering memenangkan kuis di radio tersebut. Ketika diringkus, pihak berwajib menemukan loker penyimpanan yang berisi penyimpanan alat-alat elektroni, cetakan komputer, telepon umum, dan nomor kedutaan Uni Soviet di San Francisco yang sama sekali tidak dipublikasikan.

Melansir Unsolved, peralatan ini tidak hanya memungkinkan Poulsen untuk memasuki basis komputer, namun juga memberikan kemampuan menyadap percakapan telepon, tanpa ada satu pihak pun yang mengetahuinya.

7. Alexsey Belan

Salah satu warga negara Latvia, Alexsey Belan, dianggap sebagai peretas paling berbahaya di dunia oleh pihak kepolisian.

Pada tahun 2013 sampai 2016, Belan mencuri data dan meretas setidaknya 700 juta akun, dengan rincian 500 juta akun berasal dari Yahoo dan 200 juta sisanya berasal dari berbagai sumber lain.

Belan melakukan hal tersebut diduga atas perintah FSB atau Dinas Keamanan Rusia. Ketika hendak ditangkap, Alexsey Belan berhasil melarikan diri dari persembunyiannya yang berada di Yunani. Belan tidak pernah tertangkap dan keberadaannya tidak diketahui.

8. Albert Gonzalez

Albert Gonzalez adalah peretas kelahiran 1981 yang didakwa pada 17 Agustus 2009 atas dugaan pencurian 130 juta nomor kredit. Aksinya itu menjadikan Gonzalez sebagai salah satu hacker atau peretas berbahaya dalam sejarah Amerika Serikat.

Pria yang sebelumnya menetap di Miami itu juga meretas komputer di beberapa toko ritel dari tahun 2006 sampai 2008. Adapun perusahaan yang berhasil ia bobol adalah 7 Eleven dan Heartland Payment Systems.

Pada tahun 2008, dirinya sudah pernah didakwa karena mencuri informasi 40 juta kartu debit dan kredit dari perusahaan ternama, seperti TJ Maxx, Boston Market, dan Forever 21.

9. Adrian Lamo

Adrian Lamo berhasil menggunakan alat manajemen konten untuk melakukan modifikasi pada artikel Reuters. Rupanya, alat manajemen konten yang dimanfaatkan Lamo tidak dilindungi Yahoo.

Dalam aksi peretasannya itu, Lamo menambahkan kutipan palsu terkait dengan eks Jaksa Agung, John Ashcroft. Ia sangat terkenal dengan sebutan the homeless hacker.

Sebab, Lamo kerap melancarkan aksinya di kedai kopi atau perpustakaan. Selain Reuters, Lamo juga pernah membobol situs The New York Times, Microsoft, dan Cingular. Adrian Lamo meninggal di Kansas pada 14 Maret 2018 dalam usia 37 tahun.

10. Michael Calce

Michael Calce atau MafiaBoy merupakan peretas ternama asal Quebec, Kanada yang lahir pada 1984. Kesenangan Calce kepada dunia komputer dan elektronik dimulai ketika ia mendapatkan komputer pertamanya saat berusia 6 tahun.

Bahkan, Calce bergabung dalam kelompok peretas daring saat usianya baru menginjak 9 tahun. Pada tahun 2000, ia meretas beberapa jaringan universitas dan memanfaatkan jaringan gabungan dari sistem tersebut untuk bisa menyerang situs laman asing (luar). Sampai akhirnya, Calce menjadi incaran FBI dan diadili di Kanada.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini