Share

Mengenal Dark Web, Tempat Orang Mencari Hacker dan Aktivitas Ilegal Lainnya

Mirsya Anandari Utami, Jurnalis · Rabu 21 September 2022 19:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 21 54 2672264 mengenal-dark-web-tempat-orang-mencari-hacker-dan-aktivitas-ilegal-lainnya-QgkrQgKiV8.jpg Ilustrasi Dark Web. (Foto: Shutterstock)

APA sih yang dimaksud dark web? Dark Web memang dikenal sebagai tempat kejahatan dan tindakan kriminal. Terlebih lagi, media sering kali menyangkutpautkan aktivitas berbahaya dan ilegal dengan dark web. Tapi, benarkah dark web selalu soal kejahatan?

Dark web adalah bagian dari internet yang tidak dapat diindeks oleh mesin pencari biasa seperti Google. Dark web hanya dapat diakses dengan perangkat lunak dan orientasi khusus yang kompleks.

Salah satu peramban khusus terbesar dan paling banyak digunakan adalah TOR (The Onion Router) yang memungkinkan pengguna dapat mengakses web secara anonim. Hal ini disebabkan karena TOR menutupi alamat IP dan identitas pengguna sehingga sangat sulit untuk melacak aktivitas internet yang telah dikunjungi perangkat.

Perbedaan Dark Web dan Deep Web

Masyarakat umum sering salah kaprah antara dark web dan deep web. Banyak orang yang menyangka dua hal ini adalah sama, namun nyatanya berbeda. Dark web adalah bagian dari internet yang dengan sengaja disembunyikan dan memerlukan peramban khusus untuk dapat mengaksesnya.

Sementara deep web, mengacu pada situs internet yang tidak dapat diindeks oleh mesin pencarian. Mayoritas deep web merupakan database yang dapat diakses dengan aman melalui open web. Namun, situs tersebut hanya dapat dibaca oleh orang yang berwenang (seperti karyawan) dan dilindungi menggunakan kata sandi.

Mesin pencari biasa seperti Google dan Bing hanya dapat mengakses open web. Jika selama ini masyarakat umum berpikir bahwa Google menyimpan segalanya, pada kenyataannya tidak. Mesin pencari seperti Google bahkan tidak dapat menjangkau 5% dari total internet. Mayoritas internet terdiri dari deep web yaitu sebanyak 99% dari total internet, sedangkan dark web sendiri tidak lebih dari 5% persen.

Hal menarik dari dark web lainnya adalah tentang domain. Biasanya, website biasa akan diakhiri dengan โ€œ.coโ€ atau โ€œ.comโ€, namun situs dalam dark web akan diakhiri dengan โ€œ.onionโ€. Domain tersebut menunjukkan situs tersembunyi yang hanya dapat diakses dengan TOR.

Selain itu, penamaan URL pada dark web juga berbeda dengan penamaan URL pada umumnya. Seringkali penamaan URL pada dark web berupa urutan penamaan acak yang sangat sulit diingat. Ditambah, situs-situs yang ada di dark web terus-menerus mengubah URL untuk menghindari DdoS (Distributed Denial of Service) adalah serangan siber yang membuat lalu lintas server menjadi berat hingga tidak bisa lagi menampung koneksi dari luar.

Banyak orang yang menganalogikan dark web sebagai tempat kejahatan. Pernyataan ini tidak sepenuhnya salah. Dark web memungkinkan pengguna mengakses situs tersembunyi yang berkaitan dengan aktivitas ilegal secara online, seperti menjual senjata, obat-obatan, hingga data pribadi.

Dengan sifat dark web yang anonimus, akan sangat melindungi identitas para peretas agar tetap tersembunyi. Mereka pun dapat melakukan transaksi jual beli data secara aman dan tersembunyi.

Selain menggunakan mata uang biasa dalam melakukan transaksi, para peretas juga menerima bitcoin sebagai alat transaksi mereka. Bitcoin merupakan mata uang kripto yang memungkinkan dua pihak melakukan transaksi tanpa mengetahui identitas satu sama lain. Meski terdapat banyak jenis mata uang kripto, namun penggunaan bitcoin adalah yang paling populer dan digunakan di hampir semua situs web perdagangan gelap.

Situs perdagangan pada dark web pun sama seperti e-commerce pada umumnya, di mana terdapat keranjang, ulasan, dan merchant. Walaupun begitu, sifatnya yang anonim membuat transaksi jual beli rawan penipuan.

Untuk mengatasi hal itu, sebagian besar e-commerce dalam dark web menawarkan beberapa jenis layanan escrow yang menahan dana pelanggan hingga produk dikirim. Mengingat dark web tidak seperti open web, setiap komunikasi yang terjadi dalam transaksi dienkripsi sehingga memerlukan kunci PGP, kode untuk mendeskripsi pesan.

Dark web pun memungkinkan para penggunanya untuk berkomunikasi secara anonim. Hal ini tentunya menjadi keuntungan tersendiri bagi para whistleblower. Ketakutan akan ancaman dan kebocoran data dapat diatasi dengan dark web di mana pelapor bisa mengunjungi situs whistleblower untuk melaporkan suatu kejahatan secara anonim.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini