Share

Tahukah Anda, Berapa Banyak Semut yang Hidup di Bumi? Ini Jawaban Ilmuwan

Angeltika Clara Sinaga, Jurnalis · Rabu 21 September 2022 17:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 21 56 2672182 tahukah-anda-berapa-banyak-semut-yang-hidup-di-bumi-ini-jawaban-ilmuwan-kp46BCRYKw.JPG Tahukah Anda, berapa banyak semut yang hidup di Bumi? Ini jawaban ilmuwan (Foto: iStock)

JAKARTA - Semut kerap dijumpai manusia di banyak tempat. Pernahkah Anda bertanya-tanya berapa banyak semut yang hidup di Bumi?

Ahli biologi asal Amerika, Edward O. Wilson, menyebut semut sebagai makhluk bertubuh kecil yang menjalankan dunia, istilah sederhananya, mereka ada di mana-mana.

Dilansir dari ScienceAlert, Rabu (21/9/2022), sebuah penelitian baru dari The University of Hong Kong memperkirakan, Bumi menampung sekitar 20 kuadriliun semut. Jika dalam bentuk numerik menjadi 20.000.000.000.000.000 semut yang hidup di planet kita ini.

Ada lebih dari 15.700 spesies dan subspesies semut yang telah diberi nama, dan ada juga yang belum diberi nama oleh sains. Tingkat organisasi sosial semut yang tinggi memungkinkan mereka menjajah hampir semua ekosistem dan wilayah yang ada di seluruh dunia.

Keberadaan semut yang mencengangkan telah mendorong banyak naturalis untuk memperkirakan jumlah pasti mereka di Bumi. Pada dasarnya sudah ada perkiraan-perkiraan yang sistematis dan berbasis bukti, tetapi masih kurang.

Para ilmuwan semut dari seluruh dunia telah mempelajari komunitas semut dan mengumpulkan data analisis sekitar 489 studi populasi semut. Hal ini ditulis dalam berbagai bahasa.

Penelitian mereka mencakup semua benua dan habitat utama termasuk hutan, gurun, padang rumput, dan kota. Mereka menggunakan metode standar untuk mengumpulkan dan menghitung semut seperti sampel serasah daun.

Terlepas dari itu, langkah yang diteliti oleh para ilmuwan adalah menghitung berapa berat semua semut. Diperkirakan bahwa 20 kuadriliun semut berukuran rata-rata sesuai dengan biomassa sekitar 12 juta ton karbon.

Ini lebih dari gabungan biomassa burung liar dan mamalia, dan sekitar 20 persen dari total biomassa manusia.

Dalam studi ini juga ditemukan bahwa semut tersebar tidak merata di permukaan Bumi. Biasanya daerah tropis memiliki lebih banyak semut dibandingkan daerah non-tropis, tetapi ini juga tergantung pada ekosistem setempat.

Daerah tropis terindikasi menjadi wilayah yang cocok untuk menjaga populasi semut yang sehat.

Namun, yang mengkhawatirkan turunnya jumlah serangga global karena ancaman dari perusakan dan fragmentasi habitat, penggunaan bahan kimia, spesies invasif, dan perubahan iklim.

Dengan adanya kumpulan data global tentang keanekaragaman hayati serangga yang termasuk langka ini, para ilmuwan berharap penelitian mereka dapat membantu mengisi kesenjangan dalam menyelidiki mengapa beberapa bagian dunia memiliki banyak populasi semut daripada yang lain, dan bagaimana hewan kecil ini bertahan pada saat perubahan lingkungan yang hebat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini