Share

Ilmuwan Klaim Bumi Bisa Lebih Layak Huni dengan Geser Orbit Jupiter

Tangguh Yudha, Jurnalis · Jum'at 23 September 2022 11:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 23 56 2673428 ilmuwan-klaim-bumi-bisa-lebih-layak-huni-dengan-geser-orbit-jupiter-oEiAGn37S7.jpg Ilmuwan klaim Bumi bisa layak huni dengan geser orbit Jupiter (Foto: NASA)

JAKARTA - Bumi semakin tidak layak huni akibat ekspolitasi dilakukan oleh manusia. Tetapi, studi terbaru mengungkapkan, planet yang sudah kritis ini sebenarnya bisa disembuhkan.

Adapun caranya dengan menggeser sedikit saja orbit Jupiter, seperti dikatakan oleh ilmuwan planet Pam Vervoort dari University of California, Riverside.

"Jika posisi Jupiter tetap sama, tetapi bentuk orbitnya berubah, itu sebenarnya bisa meningkatkan kelayakhunian planet ini," kata Vevoort, dikutip dari ScienceAlert, Jumat (23/9/2022).

"Banyak yang yakin bahwa Bumi adalah lambang planet yang layak huni dan bahwa setiap perubahan di orbit Jupiter, sebagai planet masif, hanya bisa berdampak buruk bagi Bumi. Kami menunjukkan bahwa kedua asumsi itu salah," tambahnya.

Saat ini, Jupiter memiliki orbit yang hampir melingkar. Namun, jika orbit itu meregang, maka akan menimbulkan efek luar biasa bagi Tata Surya lainnya karena Jupiter sangat besar, 2,5 kali massa semua planet di Tata Surya yang digabungkan.

Bagi Bumi, pergeseran orbit itu berarti peningkatan eksentrisitas. Artinya, para peneliti menemukan, beberapa bagian dari planet ini akan lebih dekat ke Matahari, memanas menjadi kisaran yang beriklim sedang dan layak huni.

Namun, jika memindahkan Jupiter lebih dekat ke Matahari, kelayakhunian Bumi akan berkurang. Itu karena kan menyebabkan Bumi miring lebih tajam pada sumbu rotasinya daripada saat ini, memberi kita lebih banyak variasi musim.

Kemiringan yang lebih tajam akan menyebabkan sebagian besar planet kita membeku, dengan musim yang lebih ekstrem. Es laut musim dingin akan meluas ke area lainnya, empat kali lebih besar daripada saat ini.

Para peneliti lantas menyebut, hasil ini dapat diterapkan pada sistem multi-planet apa pun yang telah ditemukan, untuk menilai potensi kelayakhuniannya.

Studi terbaru ini mematahkan studi sebelumnya, yang dilakukan pada tahun 2019 lalu, yang mana tim peneliti internasional mengatakan mengubah orbit Jupiter dapat dengan sangat cepat membuat seluruh Tata Surya tidak stabil.

"Sangat penting untuk memahami dampak yang dimiliki Jupiter terhadap iklim Bumi dari waktu ke waktu, bagaimana pengaruhnya terhadap orbit kita telah mengubah kita di masa lalu, dan bagaimana hal itu dapat mengubah kita sekali lagi di masa depan," ujar astrofisikawan Stephen Kane dari University of California, Riverside.

(amj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini