Share

Sejumlah Fakta Menarik Matahari Berada di Garis Khatulistiwa Hari Ini

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Jum'at 23 September 2022 16:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 23 56 2673696 sejumlah-fakta-menarik-matahari-berada-di-garis-khatulistiwa-hari-ini-lI3tvoUdeP.jpg Sejumlah fakta menarik Matahari berada di garis khatulistiwa hari ini (Foto: Unsplash)

JAKARTA - Posisi Matahari hari ini, Jumat (23/9/2022), sedang berada di garis khatulistiwa. Momen ini, ternyata melahirkan sejumlah fakta menarik yang perlu diketahui.

Peneliti Pusat Sains dan Atarika BRIN, Andi Pangeran, menerangkan bahwa posisi Matahari itu dikenal sebagai fenomena astronomi ekuinoks.

Ekuinoks September sendiri, merupakan titik perpotongan ekliptika dan ekuator langit yang dilewati Matahari dalam perjalanan tahunan dari belahan utara menuju ke selatan.

Fenomena ini, dikenal juga sebagai ekuinoks musim gugur atau autumnal equinox di belahan utara dan ekuinoks musim semi atau vernal equinox di belahan selatan.

"Jika ditinjau dari pengamatan tata surya di luar bumi, posisi sumbu rotasi bumi tegak lurus terhadap sinar matahari ke bumi," kata Andi dikutip dari EDUSAINSA BRIN, Jumat (23/9/2022).

Lantas apa saja fakta menarik yang muncul ketika Matahari berada di garis khatulistiwa hari ini? Selengkapnya simak berikut ini.

Hari Tanpa Bayangan

Posisi Matahari ketika berada tepat di garis khatulistiwa, sinarnya berada di atas kepala, jadi bayangan benda tegak yang berdiri bakal tidak tampak.

Fenomena itu, dikenal sebagai hari tanpa bayangan. Pontianak di Kalimantan Barat merupakan daerah yang mengalamai peristiwa unik ini.

Waktu Siang dan Malam Nyaris Sama

Ekuinoks juga memunculkan fakta menarik lainnya, yakni mengakibatkan batas siang-malam di setiap permukaan Bumi akan berimpit dengan garis bujur bumi.

Sehingga. menyebabkan waktu siang dan malam nyaris sama. Walau, kenyataannya tidak tepat 12 jam karena dipengaruhi oleh pembiasan atmosfer.

Berlangsung Dua Kali Setahun

Fenomena ekuinoks berlangsung dua kali dalam setahun, tepatnya pada Maret dan September. Ia menjadi penanda hari pertama musim gugur di belahan Bumi utara, serta hari perttama musim semi di belahan Bumi selatan.

Khusus di Indonesia, ekuinoks Maret adalah tanda peralihan musim, dari musim hujan ke kemarau. Sedangkan, pada September menjadi sinyal pergantian musim kemarau ke hujan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini