Share

NASA Bakal Kirim Pesawat untuk Tabrak Asteroid, Apa Tujuannya?

Fadli Ramdan, Jurnalis · Minggu 25 September 2022 15:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 25 56 2674564 nasa-bakal-kirim-pesawat-untuk-tabrak-asteroid-apa-tujuannya-VlpA59eLSx.jpg NASA bakal kirim pesawat untuk tabrak asteroid, apa tujuannya? (Foto: NASA)

JAKARTA - NASA dilaporkan tengah membangun pesawat ruang angkasa khusus untuk menghantam asteroid kecil sebagai bagian dari misi uji perlindungan planet.

Asteroid yang akan ditabrak bernama Dimorphos yang sebenarnya tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi. Tujuan dari misi ini adalah untuk menunjukkan bahwa bebatuan yang berbahaya dapat dibelokkan dengan sengaja.

Dikutip dari Evening Standard, Minggu (25/9/2022), misi NASA ini diberi nama Double Asteroid Redirection Test (DART). Pesawat tersebut, diperkirakan akan bertabrakan dengan asteroid selebar 170 meter pada pukul 00.14 waktu Inggris pada 27 September 2022 mendatang.

Dimorphos merupkan bagian dari sistem asteroid biner dan mengorbit Didymos, yang memakan waktu sekitar 11 jam dan 55 menit.

Namun, para astronom di NASA berharap, Dart akan menghancurkan dirinya sendiri dalam proses tersebut yang akan mempersingkat periode orbit Dimorphos sekitar 10 menit.

“Asteroid target DART bukanlah ancaman bagi Bumi tetapi merupakan tempat pengujian yang sempurna untuk melihat apakah metode defleksi asteroid ini, yang dikenal sebagai teknik penabrak kinetik,” kata pejabat NASA.

“Apakah ini akan menjadi cara yang layak untuk melindungi planet kita jika asteroid bertabrakan dengan Bumi yang ditemukan di masa depan,” tambahnya.

Saat ini, ada sekitar 27.000 asteroid yang memiliki orbit di dekat bumi dan juga komet, dengan terdekat berjarak 7,5 juta kilometer.

NASA dan organisasi luar angkasa lainnya memiliki fokus untuk bisa mendeteksi ancaman benda itu yang bisa menyebabkan kerusakan parah.

“Pesawat ruang angkasa DART kami akan menabrak asteroid dalam upaya pertama umat manusia untuk mengubah gerakan benda langit alami,” ujar Tom Statler, seorang ilmuwan yang bekerja di tim pertahanan planet NASA.

“Ini akan menjadi momen yang benar-benar bersejarah bagi seluruh dunia.”

DART memulai perjalanannya ke Didymos dan Dimorphos 10 bulan yang lalu. Diluncurkan di atas roket SpaceX Falcon 9 yang diluncurkan dari Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg di California.

Pesawat DART yang akan hancur karena benturan, Didymos Reconnaissance dan Kamera Asteroid untuk Navigasi Optik (DRACO) hanya akan dapat mengambil gambar detik demi detik dari saat-saat terakhir pengorbit sebelum menabrak Dimorphos.

Tabrakan ini juga akan direkam oleh satelit seukuran tas kerja yang dikenal sebagai Light Italian CubeSat for Imaging of Asteroids (LICIACube), yang disediakan oleh Badan Antariksa Italia.

Pada 2024, Badan Antariksa Eropa (ESA) akan meluncurkan pesawat ruang angkasa Hera, yang akan melakukan perjalanan dua tahun ke sistem asteroid untuk mengumpulkan informasi setelah kecelakaan itu.

Pejabat ESA mengatakan pada saat Hera mencapai Didymos, pada 2026, Dimorphos akan mencapai signifikansi bersejarah. Objek pertama di Tata Surya yang orbitnya digeser oleh upaya manusia dengan cara yang terukur.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini