Share

Pulau Baru Terlahir di Samudra Pasifik Pasca Letusan Gunung Berapi Bawah Laut

Angeltika Clara Sinaga, Jurnalis · Senin 26 September 2022 16:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 26 56 2675153 pulau-baru-terlahir-di-samudra-pasifik-pasca-letusan-gunung-berapi-bawah-laut-EX1huZUD0L.jfif Pulau baru terlahir di Samudra Pasifik pasca letusan gunung berapi bawah laut (Foto: Twitter/NASAEarth)

JAKARTA - Pulau baru telah lahir di barat daya Samudra Pasifik, ini terjadi pasca letusan gunung berapi di bawah laut. Kabar tersebut, diungkapkan oleh NASA Earth Observatory yang memperlihatkan penampakan tidak biasa di tengah lautan.

Dilansir dari Live Mint, Senin (26/9/2022), menurut NASA pulau baru itu muncul di permukaan air 11 jam setelah meletusnya gunung berapi bawah laut Home Reef, yang membentang dari Selandia Baru hingga Tonga, pada Sabtu, (10/9/2022).

Gunung berapi bawah laut itu, terus menyemburkan lava, mengeluarkan gas, uap, dan meletus beberapa kali sehari. Hal ini yang membentuk pulau baru tersebut, akibat aliran lava yang menjadi dingin oleh air laut dan memadat.

NASA mengamati bahwa ukuran pulau baru tersebut tumbuh secara cepat. Pada tanggal 14 September, para peneliti dengan Layanan Geologi memperkirakan luas pulau itu mencapai 4.000 meter persegi, dan ketinggiannya 10 meter di atas permukaan laut.

Kemudian, pada 20 September, pulau itu berkembang menjadi seluas 24.000 meter persegi. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa gumpalan air laut yang sangat panas dan asam mengandung partikel, fragmen batuan vulkanik, dan belerang.

Pulau baru itu, bisa ditemukan di barat daya Pulau Late, timur laut Hunga Tonga-Hunga Ha’apai, dan barat laut Mo’unga’one.

Diketahui, Home Reef berada di dalam zona subduksi Tonga-Kermadec, area di mana tiga lempeng tektonik perlahan-lahan bertabrakan pada batas konvergen tercepat di dunia.

NASA mengatakan, pulau-pulau yang terlahir oleh gunung berapi bawah laut seringkali tidak bertahan lama. Pelapukan dan erosi dari gelombang dan arus dapat mempercepat degradasi batuan vulkanik, di mana pulau baru yang terbentuk dapat menghilang dengan cepat.

Lahirnya pulau baru bukanlah peristiwa yang pertama kali terjadi, tetapi sudah ada sebelumnya. Tercatat letusan tahun 1984 dan 2006 menghasilkan pulau-pulau sementara dengan tebing setinggi 50-70 meter.

Sebuah pulau yang diciptakan oleh letusan 12 hari dari Gunuung Berapi Late’iki, pada tahun 2020, tetapi menghilang terbawa arus setelah dua bulan. Namun, ada pulau baru yang bertahan selama 25 tahun, pulau baru tersebut lahir pada tahun 1995.

(amj)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini