Share

Drone yang Terinspirasi Lebah Ini Bisa Perbaiki Bangunan

Tangguh Yudha, Jurnalis · Selasa 27 September 2022 17:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 27 56 2676002 drone-yang-terinspirasi-lebah-ini-bisa-perbaiki-bangunan-p8RpcbvFrI.jpg Drone yang terinspirasi dari lebah ini bisa perbaiki bangunan (Foto: Metro)

JAKARTA - Kemampuan lebah dalam membuat sarang telah menginspirasi banyak ilmuwan. Pasalnya, mereka bisa membangun sarang dengan sangat rapih meskipun di lokasi yang sulit sekali diakses.

Dari kasus itu, kini telah diciptakan drone printer 3D untuk membangun dan memperbaiki bangunan seperti yang dilakukan oleh lebah. Para peneliti percaya kehadiran drone ini bisa menjadi solusi di masa depan.

Drone pencetakan 3D telah mendapatkan momentum di industri konstruksi. Drone diharapkan bisa membangun gedung tinggi di lokasi ekstrim atau untuk membantu konstruksi bantuan pasca bencana.

Salah satu peneliti, Dr Richard Ball, memaparkan bahwa drone menggunakan bahan seperti semen untuk mencetak bangunan. Bahan ini dikembangkan para peneliti di University Bath untuk proyek tersebut, yang dipimpin oleh Imperial College London.

"Kami telah mengembangkan bahan mutakhir baru yang dioptimalkan untuk sifat unik yang diperlukan untuk pembuatan aditif udara, seperti viskositas rendah, ringan, dan pengaturan cepat,” katanya, dikutip dari Metro, Selasa (27/9/2022).

Drone pencetakan 3D dikenal sebagai Aerial Additive Manufacturing (Aerial-AM). Perangkat canggih ini beroperasi secara otonom atau tanpa awak, tetapi etap dipantau oleh pengontrol manusia.

Prangkat terdiri dari BuilDrones, yang menyimpan material selama penerbangan, dan ScanDrones pengontrol kualitas yang terus-menerus mengukur output BuilDrones dan menginformasikan langkah manufaktur mereka selanjutnya.

“Kami telah membuktikan bahwa drone dapat bekerja secara mandiri dan bersama-sama untuk membangun dan memperbaiki gedung, setidaknya di lab," ungkap Profesor Mirko Kovac, peneliti utama Departemen Aeronautika Imperial.

"Solusi kami dapat diskalakan, dan dapat membantu kami membangun dan memperbaiki gedung di daerah yang sulit dijangkau di masa depan," lanjutnya.

Sepanjang pembuatan, drone menilai geometri yang dicetak secara real time dan menyesuaikan perilaku mereka untuk memastikan mereka memenuhi spesifikasi pembuatan, dengan akurasi manufaktur lima milimeter.

Aspek penting dari hal ini adalah memprediksi secara akurat kinerja struktur cetak untuk memastikan integritas mekanis melalui proses pencetakan dan dalam tahap pengujian ini, para peneliti menguji empat campuran semen.

"Langkah kami selanjutnya adalah bekerja sama dengan perusahaan konstruksi untuk memvalidasi solusi kami dan menyediakan kemampuan perbaikan dan konstruksi,” kata Dr Paul Shepherd, peneliti lainnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini