Share

Nabi Adam atau Manusia Purba yang Pertama Diciptakan? Begini Penjelasan Alquran dan Sains

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Rabu 28 September 2022 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 27 56 2676267 nabi-adam-atau-manusia-purba-yang-pertama-diciptakan-begini-penjelasan-alquran-dan-sains-WiXgeyzOIH.jpg Nabi Adam atau manusia purba yang pertama diciptakan? Begini penjelasan Alquran dan sains (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Islam meyakni Nabi Adam merupakan manusia pertama di dunia. Namun, sains punya teori bahwa manusia pertama adalah manusia purba.

Charles Darwin melalui bukunya berjudul the Origin of Species bahkan menyebut bahwa evolusi manusia berawal dari kera atau monyet. Dan teori ini yang dipegang kuat hingga sekarang.

Hal ini, lantas menimbulkan pertanyaan besar, apakah Nabi Adam atau manusia purba yang pertama kali menapakkan kakinya di Bumi.

Dikutip dari YouTube Taman Surga. Net, Rabu (28/9/2022), Ustaz Abdul Somad (UAS) mengatakan, Nabi Adam AS merupakan manusia pertama yang diciptakan oleh Allah SWT.

UAS menyatakan, Nabi Adam AS memiliki tinggi sekitar 60 hasta atau 30 meter, jadi sangat tinggi dibandingkan manusia zaman sekarang.

Dia pun menjelaskan bahwa era manusia purba itu jutaan tahun yang lalu. Sedangkan, era zaman Nabi Adam AS ke Nabi Muhammad SAW tidak sampai jutaan tahun.

“Maka kita sebagai orang beriman, meyakini bahwa manusia pertama adalah Nabi Adam. Kita manusia bukan bentuk evolusi dari kera atau monyet seperti teori Charles Darwin,” ujar UAS.

Menurutnya, dalam teori evolusi Charles Darwin ada sesuatu yang tidak masuk akal, yaitu perihal dunia ini berasal dari air dan semua makhluknya naik ke darat lalu berubah bentuk.

Kemudian, sambungnya, ikan naik ke darat dan naik ke atas pohon kemudian berbulu menjadi monyet lalu berubah lagi menjadi manusia.

“Kalau monyet berevolusi, lalu sudah menjadi manusia, mengapa tidak berevolusi lagi?” tandas UAS.

Dia menegaskan, manusia adalah makhluk berdiri sendiri. Allah SWT menciptakan manusia dan jin, itu sudah tercantum pada Al Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad SAW.

Allah SWT berfirman:

وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ

Artinya: Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (QS Al-Baqarah: 30)

Kemudian, Allah SWT juga berfirman:

اِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ خَالِقٌۢ بَشَرًا مِّنْ طِيْنٍ

فَاِذَا سَوَّيْتُهٗ وَنَفَخْتُ فِيْهِ مِنْ رُّوْحِيْ فَقَعُوْا لَهٗ سٰجِدِيْنَ

فَسَجَدَ الْمَلٰۤىِٕكَةُ كُلُّهُمْ اَجْمَعُوْنَۙ

اِلَّآ اِبْلِيْسَۗ اِسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكٰفِرِيْنَ

قَالَ يٰٓاِبْلِيْسُ مَا مَنَعَكَ اَنْ تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ ۗ اَسْتَكْبَرْتَ اَمْ كُنْتَ مِنَ الْعَالِيْنَ

قَالَ اَنَا۠ خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِيْ مِنْ نَّارٍ وَّخَلَقْتَهٗ مِنْ طِيْنٍ

Artinya: (Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Kemudian apabila telah Aku sempurnakan kejadiannya dan Aku tiupkan roh (ciptaan)-Ku kepadanya; maka tunduklah kamu dengan bersujud kepadanya. Lalu para malaikat itu bersujud semuanya, kecuali Iblis; ia menyombongkan diri dan ia termasuk golongan yang kafir. Wahai Iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Aku ciptakan dengan kekuasaan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri atau kamu (merasa) termasuk golongan yang (lebih) tinggi? (Iblis) berkata, “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." (QS Shaad: 71 – 76)

Kendati demikian, Alquran mengisyaratkan bahwa sebelum manusia telah ada makhluk lain yang hidup di muka bumi. Allah SWT berfirman:

ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظٰمًا فَكَسَوْنَا الْعِظٰمَ لَحْمًا ثُمَّ اَنْشَأْنٰهُ خَلْقًا اٰخَرَۗ فَتَبَارَكَ اللّٰهُ اَحْسَنُ الْخٰلِقِيْنَۗ

Artinya: Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik. (Al-Mu'minun: 14).

Pertanyaan serupa ini pun dijawab oleh sosok ulama kenamaan sekaligus Mantan Menteri Agama Indonesia, Quraish Shihab.

"Alquran menceritakan tentang kejadian manusia, namun Alquran juga menceritakan bahwa sebelum ada kejadian manusia (Adam) sudah ada makhluk-makhluk lain," paparnya dikutip dari tayangan YouTube Najwa Shihab.

"Boleh jadi, makhluk lain ini adalah manusia purba," tambah Quraish Shihab.

Quraish Shihab lantas menyebut Al-Quran memang tidak menjelaskan secara rinci. Hanya mengatakan, Adam diciptakan dari tanah kemudian ada proses, dan pada akhirnya dihembuskan ruh maka jadilah ia manusia.

Lebih lanjut, menurutnya, ada proses yang panjang selama pembentukan manusia. Ayah dari Najwa Shihab itu mengibaratkan alphabet A-Z mulai dari manusia diciptakan dari tanah, hingga manusia dihembuskan roh.

"Alquran hanya menceritakan A dari tanah dan menceritakan Z dihembuskan ruh. Boleh jadi, di antara A-Z ini ada proses. Kalau ada orang yang bertanya apa benar teori darwin, kita katakan Islam tidak membahas itu. Sebab, Itu bidang ilmu lain. Tetapi, kalau ilmu bisa membuktikannya, maka itu tidak bertentangan dengan agama," terangnya.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini