Share

Astronom Temukan Kuburan Bintang Mati di Bima Sakti

Angeltika Clara Sinaga, Jurnalis · Sabtu 01 Oktober 2022 16:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 01 56 2678709 astronom-temukan-kuburan-bintang-mati-di-bima-sakti-YlVBFw6LZm.jpg Astronom temukan kuburan bintang mati di Bima Sakti (Foto: NASA)

JAKARTA - Sekelompok astronom mengungkapkan, peta pertama dunia bawah galaksi telah menunjukkan kuburan raksasa dari bintang-bintang mati yang ada di Bima Sakti.

Dilansir dari Phys, Sabtu (1/10/2022), kuburan itu sebelumnya diyakini sebagai bangkai Matahari yang dulunya sangat besar kemudian hancur sehingga menjadi lubang hitam dan pecahan bintang neutron.

Hal ini, membuat para astronom terkejut, karena kuburan tersebut melebih batas, yaitu membentang tiga kali dari ketinggian Bima Sakti.

“Sisa-sisa padat bintang mati ini menunjukkan distribusi dan struktur yang berbeda secara fundamental dengan galaksi yang terlihat,” kata David Sweeney, seorang mahasiswa PhD di Universitas Syndey, dan juga penulis utama studi dalam makalah Monthly Notices of the Royal Astronomical Society.

Terbentuknya bintang neutron dan lubang hitam itu ketika bintang masif lebih besar delapan kali dari Matahari, kehabisan gas untuk fusi nuklir dan seketika meledak. Hal ini memicu reaksi tidak terkendali yang mengeluarkan lapisan luarnya, semetara intinya hancur.

Di dalam inti bintang neutron sangat padat, sehingga elektron dan proton dipaksa untuk menyatu pada tingkat subatomik menjadi neutron. Jika massa bintang asli lebih besar 25 kali dari massa Matahari, maka kehancuran yang didorong oleh gravitasi itu akan terus berlanjut.

Tim peneliti memperhitungkan bahwa ledakan yang sama, yang berasal dari sisa-sisa ini juga “menendang” bintang-bintang itu dari tempat asalnya.

Bangkai bintang eksotis ini terlempar ke dalam ruang gelap antarbintang oleh supernova yang menciptakannya, sehingga terlepas dari pandangan dan pengetahuan para astronom dan peneliti, bahkan sampai sekarang.

“Salah satu masalah untuk menemukan benda-benda kuno ini, bahkan sampai sekarang kami tidak tahu ke mana harus mencarinya,” kata Peter Tuthill, Profesor dari Sydney Institute of Astronomy, rekan penulis studi tersebut.

Namun, akhirnya peneliti membuat sebuah model untuk mengkodekan tempat kelahiran bintang tertua di mana akhir ledakannya, dan bagaimana perjalanan selanjutnya dalam seluruh sejarah yang ada di galaksi Bima Sakti selama lebih dari 13.000 juta tahun.

Terlepas dari pergerakan objek akibat “tendangan” yang diterima, para peneliti berharap bahwa pusara bintang tetap berada dalam domain galaksi, tetapi ketika model tersebut dijalankan, peta yang dihasilkan membingungkan mereka.

“Itu sedikit mengejutkan,” kata Dr. Sanjib Sharma, peneliti Universitas Sydney.

Ternyata, dunia bawah galaksi menjadi sedikit berbeda, dan terjadi perubahan radikal. Jika diamati dari samping, pusara bintang ini jauh lebih “menggembung” daripada galaksi Bima Sakti.

Studi ini juga mengungkapkan pendapat dari para peneliti bahwa bintang-bintang tidak bernyawa di sekitar Matahari ini mungkin menghantui kita secara dekat. Jarak terdekat seharusnya hanya berjarak 65 tahun cahaya.

Kini, para peneliti menemukan dan melihat terbentuknya bintang-bintang, serta mereka dapat melanjutkan misi dalam mencari tahu keberadaan dunia galaksi dengan pengembangan teknologi baru yang ada.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini