Share

Kelompok Hacker Pendatang Baru Ini Mampu Kumpulkan Uang hingga Rp30 Miliar

Tangguh Yudha, Jurnalis · Senin 03 Oktober 2022 08:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 02 54 2679298 kelompok-hacker-pendatang-baru-ini-mampu-kumpulkan-uang-hingga-rp30-miliar-Nph63dW5WZ.jpg Kelompok hacker pendatang baru ini mampu kumpulkan uang hingga Rp30 miliar (Foto: Pixabay)

JAKARTA - Kelompok hacker pendatang baru dilaporkan nekat meminta uang tebusan yang besar kepada korbannya sehingga mampu kumpulkan banyak uang, mereka menggunakan ransomware sebagai senjatanya.

Sebuah laporan dari BleepingComputer bersama dengan firma intelijen keamanan siber AdvIntel mengunkapkan, mereka terdiri dari hacker-hacker berpengalaman. Meskipun usia kelompoknya masih baru, mereka nekat menuntut uang tebusan yang besar.

Dilansir dari TechRadar, Senin (3/10/2022), mereka mulai membentuk kelompok pada Januari tahun ini, dan tidak bekerja sebagai RaaS, melainkan sebagai grup pribadi dengan afiliasi. Adapun nama kelompok mereka adalah Royal.

AdvIntel menyampaikan, kelompok Royal ini pada awalnya menggunakan nama lain, yaitu BlackCat, tetapi segera membuat nama sendiri. Encryptor pertama dijuluki sebagai Zeon, lalu Zeon mengganti namanya menjadi Royal seperti sekarang.

Kelompol Royal menggunakan nama itu baik dalam catatan tebusan, dan sebagai ekstensi file untuk dokumen terenkripsi. Diduga kelompok hacker pendatang baru ini sudah mengumpulkan pundi-pundi hingga $2 juta atau setara Rp30,6 miliar sepanjang perjalanannya.

Dalam melancarkan aksinya, Royal pertama-tama akan mengirim email phishing dan membujuk para korban untuk menghubungi mereka.

Saat dihubungi, para hacker akan meyakinkan korban untuk menginstal perangkat lunak akses jarak jauh dan memberi penyerang akses.

Setelah mendapat akses, kelompok hacker Royal akan menyebar ke seluruh jaringan, memetakan dan mengekstrak data sensitif, dan mengenkripsi semua perangkat yang ditemukan di jaringan. Korban kemudian akan dimintai catatan tebusan, README.TXTi.

Korban akan mendapatkan tautan Tor di mana mereka dapat terlibat dalam negosiasi dengan para hacker. Selama negosiasi, penyerang akan mendekripsi beberapa file untuk menunjukkan program mereka berfungsi, dan menunjukkan daftar file yang akan mereka rilis ke internet jika tuntutan tidak dipenuhi.

(amj)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini