Share

Undur Suntik Mati TV Analog, Kominfo: Sesuai dengan UU Cipta Kerja

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Selasa 04 Oktober 2022 21:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 04 54 2680730 undur-suntik-mati-tv-analog-kominfo-sesuai-dengan-uu-cipta-kerja-3qzqGYaIrL.jpg Ilustrasi Suntik Mati TV Analog. (Foto: Shutterstock)

SUNTIK mati TV Analog (ASO) akhirnya diundur menjadi tanggal 2 November. Awalnya, Kementerian Kominfo memang menargetkan akan menyuntik mati TV Analog pada 5 Oktober.

Menurut DirekturJenderal (Dirjen) Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo, Usman Kansong, Kominfo sudah merencanakan dan mempersiapkan segala sesuatu agar ASO jabodetabek bisa dilakukan 5 Okt 2022. 

"Akan tetapi, ATVSI (Asosiasi Televisi Swasta Indonesia) atau lembaga penyelenggara multiplexing meminta ASO Jabodetabek digeser ke tanggal 2 November 2020 sesuai dengan amanat UU Cipta Kerja," kata dia kepada Okezone.

Menurutnya, pemerintah dalam program ASO ini sifatnya hanya memfasilitasi dan mendukung industri untuk menghadapi disrupsi digital. "Oleh karena itu, kita dalam hal ini mendukung atau memfasilitasi ATVSI/lembaga penyelenggara multiplexing untuk menggeser ASO Jabodetabek ke tanggal 2 November," paparnya.

Sebelumnya, Menteri Kominfo, Johnny G. Plate mengatakan, suntik mati akan dimulai dari tiga wilayah siaran yang berada di 3 provinsi dan 8 kabupaten kota. Wilayah pertama berada di Riau, tepatnya di Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, dan Kabupaten Meranti.

Sementara wilayah kedua di Nusa Tenggara Timur, yakni di Kabupaten Timor Tengah Utara, Kabupaten Belu, dan Kabupaten Malaka. Dan wilayah ketiga di Papua Barat, yakni di Kota Sorong dan Kabupaten Sorong.

Dengan suntik mati siaran TV analog, di wilayah yang disebutkan, untuk menonton siaran TV diperlukan perangkat set top box (STB) atau perangkat yang bisa menangkap siaran digital. Jika tidak menggunakan STB, maka siaran TV tidak akan muncul.

(mrt)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini