Share

Ilmuwan Pengungkap Misteri Neanderthal Menangkan Hadiah Nobel, Bawa Pulang Uang Miliaran!

Angeltika Clara Sinaga, Jurnalis · Selasa 04 Oktober 2022 14:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 04 56 2680404 ilmuwan-pengungkap-misteri-neanderthal-menangkan-hadiah-nobel-bawa-pulang-uang-miliaran-eNYhBFl6dS.jpg Ilmuwan pengungkap misteri Neanderthal menangkan hadiah Nobel, bawa pulang uang miliaran! (Foto: Reuters)

JAKARTA - Ilmuwan paleogenetik asal Swedia, Svante Paabo, berhasil memenangkan Hadiah Nobel Kedokteran 2022 untuk karyanya tentang evolusi manusia. Ia dinilai berhasil mencapai sesuatu yang terlihat mustahil.

Dilansir dari BBC, Selasa (4/10/2022), Paabo yang berusia 67 tahun telah menghabiskan puluhan tahun merintis dan menyempurnakan kode genetis manusia purba Neanderthal.

Tidak hanya itu, ia juga menemukan hominin Denisova yang belum diketahui sebelumnya.

Pada tahun 1990-an, penelitian menyusun kode genetik manusia berlangsung dengan cepat, tetapi bergantung pada sampel DNA yang baru. Berbeda hal dengan Paabo, yang justru tertarik pada tulang-belulang manusia purba.

Banyak yang mengira itu adalah tantangan yang mustahil. Tetapi, untuk pertama kalinya, ia mampu mengurutkan DNA dari sepotong tulang manusia purba yang hidup beribu-ribu tahun lamanya.

Hasil penelitan menunjukkan bahwa Neanderthal, yang sebagian besar tinggal di Eropa dan Asia Barat, berbeda dengan manusia modern dan simpanse.

โ€œDengan mengungkap perbedaan genetik yang membedakan semua manusia yang hidup dari hominin yang punah, penemuannya memberikan dasar untuk mengeksplorasi apa yang membuat kita menjadi manusia yang unik,โ€ kata Komite Nobel dalam sebuah pernyataan.

Selain itu, berdasarkan penelitian tersebut juga terungkap bahwa Homo Sapiens dan Neanderthal memiliki kecocokan DNA sehingga mereka dianggap pernah memiliki anak setelah bermigrasi keluar dari Afrika sekitar 70.000 tahun yang lalu.

Sekitar 1-4% DNA manusia modern berasal dari Neanderthal, dan bahkan memengaruhi kemampuan tubuh untuk merespons infeksi.

Kontribusi berikutnya dari Paabo terjadi di tahun 2008, di mana ditemukan tulang jari manusia purba berusia 40.000 tahun di gua Denisova, Siberia.

Paabo mampu mengurutkan sampel DNA, dan hasilnya menunjukkan itu adalah hominin yang tidak dikenal sebagai Denisovans.

Ternyata, Denisovans juga beranak cucu dengan Homo Sapiens. Pada sebagian wilayah di Asia Tenggara sekitar 6% DNA manusia adalah Denisovan.

Warisan genetik ini membantu tubuh untuk mengatasi tingkat oksigen yang rendah, membantu kelangsungan hidup di dataran tinggi, misalnya orang Tibet.

Paabo dipandang sebagai salah satu pendiri disiplin ilmu paleogenetik. Ia telah memenangkan hadiah sekitar Rp13,9 miliar. Karyanya menjadi bukti bahwa sudah ada dua kelompok hominin berbeda yang hidup di Eurasia.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini