Share

Kabar Miring Soal TikTok, Bisa Lacak Warganet Meski Tak Punya Aplikasinya

Tangguh Yudha, Jurnalis · Selasa 04 Oktober 2022 13:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 04 57 2680314 kabar-miring-soal-tiktok-bisa-lacak-warganet-meski-tak-punya-aplikasinya-44y7EeW7L4.jpg Kabar Miring Soal TikTok, bisa lacak warganet meski tak punya aplikasinya (Foto: ContentStudio)

JAKARTA - Kabar miring soal TikTok kembali berhembus. Kali ini, platform berbagi video pendek asal China itu dilaporkan dapat melacak aktivitas para warganet bahkan yang tidak bergabung di aplikasi.

Dilansir dari Independent, Selasa (4/10/2022), para peneliti menyebut TikTok menggunkan metode pengumpulan data serupa dengan raksasa teknologi seperti Alphabet (Google) dan Meta (Facebook).

TikTok diduga menerima info tentang warganet internet dari situs web yang terkait dengan kekerasan dalam rumah tangga, pengendalian kelahiran, dan situs yang memuat informasi tentang diet.

Dengan pelacakan yang dilakukan, TikTok menerima informasi termasuk alamat IP seseorang, kebiasaan menjelajah web, dan riwayat pencarian mereka, meskipun beberapa pengaturan privasi dapat menyembunyikan beberapa data.

"Saya benar-benar terkejut bahwa pelacak TikTok sudah tersebar luas," kata Patrick Jackson, kepala teknologi perusahaan keamanan Disconnect, yang terlibat dalam penelitian tersebut.

“Satu-satunya alasan ini berhasil adalah karena ini adalah operasi rahasia. Beberapa orang mungkin tidak peduli, tetapi orang harus punya pilihan. Seharusnya tidak terjadi dalam bayang-bayang," lanjutnya.

Seorang juru bicara TikTok tidak menyangkal bahwa pelacakan tersebut memang dilakukan, namun ia menjelaskan bahwa hal itu dilakukan dengan tujuan yang jelas dan tidak membahayakan.

Menurutnya, data tidak digunakan untuk mengelompokkan individu ke dalam kategori minat tertentu untuk ditargetkan pengiklan lain dan hanya menggunakan data orang tanpa akun TikTok untuk laporan "agregat".

"Seperti platform lain, data yang kami terima dari pengiklan digunakan untuk meningkatkan efektivitas layanan periklanan kami,” kata juru bicara tersebut.

Untuk diketahui, ini bukan pertama kalinya aplikasi TikTok yang dimiliki oleh perusahaan China, ByteDance, menghadapi pengawasan atas praktik pengumpulan datanya.

Bulan lalu, Kantor Komisaris Informasi Inggris memberikan “pemberitahuan niat” kepada TikTok setelah penyelidikan tentang bagaimana perusahaan memproses data anak-anak di bawah usia 13 tahun.

TikTok menghadapi denda £27 juta atau setara Rp466 miliar jika terbukti melanggar undang-undang perlindungan data Inggris.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini