Share

57% Penduduk Jakarta Belum Siap Beralih ke Siaran TV Digital

Tangguh Yudha, Jurnalis · Rabu 05 Oktober 2022 11:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 05 54 2680923 57-penduduk-jakarta-belum-siap-beralih-ke-siaran-tv-digital-jm8facPLBk.jpg 57% penduduk Jakarta belum siap beralih ke siaran TV digital (Foto: Pixabay)

JAKARTA - Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) buka suara soal penjadwalan ulang suntik mati TV analog (ASO) di wilayah Jakarta Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Menurut ATVSI, masih banyak masyarakat yang belum siap sehingga jadwalnya terpaksa digeser dari rencana tanggal 5 Oktober menjadi 2 November 2022.

"TV itu kan tidak hanya kepentingan industri saja, tapi yang paling utama kepentingan masyarakat yang menikmati dan menonton. Berdasarkan hasil Nielsen yang dirilis tanggal 1 Oktober menunjukan untuk DKI Jakarta yang siap dengan digital hanya 43%, artinya ada 57% yang tidak siap," kata Ketua ATVSI, Syafril Nasution saat dihubungi, Rabu (5/10/2022).

"Kalau bicara Jabodetabek, itu kan jauh lebih besar. Lebih besar juga yang tidak siap. Kalau kita matikan di tanggal 5 Oktober, bayangkan berapa juta orang yang tidak bisa menikmati TV. Ini kan tidak baik bagi masyarakat karena TV itu hiburan dan informasi yang gratis yang mereka dapatkan," lanjutnya.

Saat disinggung dengan pernyataan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang menyatakan bahwa ASO Jabodetabek sangat siap dilakukan di tanggal 5 Oktober, Syafril mengaku tidak tahu apa acuan Kominfo sehingga menyebut ASO Jabodetabek sudah siap dilakukan.

Ia menyebut keputusan ATVSI ini murni berdasarkan data yang dirilis oleh Nielsen yang memang berfokus pada penelitian tentang perkembangan pasar, termasuk juga di industri media dan pertelevisian.

"Kalau soal Kominfo kita tidak lihat data Kominfo dari mana. Kami berpegangan pada data Nielsen itu. Ini kan suatu independent consultant yang melakukan pengukuran daripada penonton TV, dan itu mereka lakukan secara acak," pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirjen) Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo, Usman Kansong, membenarkan penyesuaian kembali jadwal ASO ini dilakukan atas permintaan ATVSI (Asosiasi Televisi Swasta Indonesia) sebagai pihak penyelenggara multipleksing.

Dirjen Usman menyebut ATVSI meminta jadwal ASO Jabodetabek diundur ke tanggal 2 November 2022 mendatang yang mana memang pada tanggal tersebut menjadi batas akhir ASO sesuai dengan Undang-undang Cipta Kerja.

"Sebenarnya kami siap melaksanakan di 5 Oktober 2022. Tapi ada permintaan dari ATVSI untuk menyesuaikan jadwal ke tanggal 2 November sesuai UU Cipta Kerja," ungkap Dirjen Usman.

Dalam kesempatan yang berbeda, Staf Khusus Menteri Kominfo Rosarita Niken Widiastuti menyebut sudah waktunya Jabodetabek beralih ke sistem siaran TV Digital. Menurutnya, Jabodetabek siap ASO karena telah memenuhi ukuran kesiapan yang terdiri dalam tiga hal.

โ€œPertama, di wilayah tersebut terdapat siaran TV analog yang akan dihentikan siarannya. Kedua, telah beroperasi siaran TV digital pada cakupan siaran TV analog sebagai penggantinya. Ketiga, sudah dilakukan pembagian bantuan Set Top Box (STB) bagi Rumah Tangga Miskin di wilayah tersebut,โ€ ujarnya.

Demikian halnya dengan kesiapan siaran televisi digital di Jabodetabek. Ia menilai Infrastruktur siaran TV digital di Jabodetabek juga telah seluruhnya beroperasi melalui 7 operator multipleksing, yaitu Lembaga Penyiaran Publik TVRI dan 6 Lembaga Penyiaran Swasta.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini