Share

Perubahan Iklim Tingkatkan Curah Hujan hingga 10% Selama Badai Ian

Maryam Nurfauziah, Jurnalis · Rabu 05 Oktober 2022 12:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 05 56 2680947 perubahan-iklim-tingkatkan-curah-hujan-hingga-10-selama-badai-ian-ot39YxhJXV.jpg Perubahan iklim tingkatkan curah hujan hingga 10% selama Badai Ian (Foto: Reuters)

JAKARTA - Perubahan iklim meningkatkan curah hujan hingga 10% selama Badai Ian berlangsung, fenomena tersebut menghantam wilayah Amerika Serikat (AS), khususnya Florida.

Presiden AS Joe Biden mengatakan, Ian bisa jadi badai paling mematikan dalam sejarah Florida. Badai itu membawa angin kencang, membanjiri jalan-jalan, menghanyutkan beberapa rumah, dan menimbulkan puluhan korban jiwa.

Para ilmuwan AS mengatakan, berdasarkan analisis awal, perubahan iklim akibat perbuatan manusia menambah hujan ekstrem yang dibawa Ian hingga lebih dari 10 persen.

"Perubahan iklim tidak menyebabkan badai, tetapi menyebabkannya jadi lebih basah," kata Michael Wehner dari Laboratorium Nasional Lawrence Berkeley, dikutip dari VOA, Rabu (5/10/2022).

Wehner menjelaskan, perubahan iklim akibat emisi gas rumah kaca menghangatkan permukaan laut dan meningkatkan kelembaban di atmosfer yang memacu badai.

"Perubahan iklim akibat perbuatan manusia memengaruhi badai dalam berbagai cara, termasuk menyebabkannya menguat lebih cepat, lebih kuat, dan mencurahkan lebih banyak hujan," ujat ilmuwan iklim Katharine Hayhoe, yang tidak terlibat dalam riset tersebut.

Diketahui, Badai Ian menyapu seluruh wilayah Kuba pada Selasa (27/9/2022), memutus aliran listrik, sebelum menghantam Florida pada Rabu (28/9/2022) sebagai badai kuat Kategori 4.

Pusat Badai Nasional AS pada Kamis (29/9/2022) mengatakan, badai itu diperkirakan membawa "banjir berbahaya, gelombang pasang, dan angin kencang" ke wilayah South dan North Carolina.

(amj)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini