Share

Google Blokir Miliaran Link Pembajakan, Jadi yang Terbanyak Sepanjang Sejarah

Tangguh Yudha, Jurnalis · Kamis 06 Oktober 2022 16:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 06 54 2682020 google-blokir-miliaran-link-pembajakan-jadi-yang-terbanyak-sepanjang-sejarah-FBMUzTUXBL.jpg Google blokir miliaran link pembajakan, jadi yang terbanyak sepanjang sejarah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Google telah memblokir miliaran link bermasalah terkait hak cipta selama 10 tahun terakhir. Penghapusan ini, menjadi yang terbanyak sepanjang sejarah dan capaian yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dilansir dari TechSpot, Kamis (6/10/2022), Google sebelumnya telah telah menerima 6.006.830.816 permintaan penghapusan dari 326.888 pemegang hak. Dari jumlah tersebut, 4.043.339 di antaranya adalah domain tingkat atas.

Permintaan dari organisasi yang bertindak atas nama klien pemegang haknya berjumlah 333.253, sepuluh organisasi paling aktif secara kolektif telah melaporkan hampir 2,5 miliar URL, lebih dari 40 persen dari total permintaan.

Menariknya, hanya 400 domain yang bertanggung jawab atas 41 persen dari seluruh aktivitas penghapusan daftar Google. Dengan kata lain, hampir setengah dari penghapusan dilakukan di situs yang secara teratur menghosting konten yang melanggar seperti The Pirate Bay dan lainnya.

Selain host pembajakan khusus, permintaan penghapusan daftar yang dikirim ke Google telah menyertakan link palsu yang mencolok seperti situs web Gedung Putih, FBI, Disney, Netflix, dan lainnya.

Dengan angka-angka yang diberikan oleh Google, menunjukkan bahwa mesin pencari internet paling populer sekaligus salah satu perusahaan teknologi terbesar yang pernah ada itu memiliki hubungan yang baik dengan para pemegang hak cipta.

Tidak seperti beberapa tahun sebelumnya, Google saat ini bekerja secara sukarela dengan pihak ketiga untuk memberangus link pembajak dan menerima permintaan penghapusan untuk tautan yang bahkan belum diindeks oleh mesin telusur.

Google menawarkan pemegang hak cipta daftar blokir preemptive untuk mencegah tautan pembajak ditambahkan ke hasil pencarian di masa mendatang. Isu yang dulu penting tentang "akses ke informasi" gratis sekarang hanya menjadi catatan kecil di akhir halaman penghapusan konten.

Data yang disediakan di sana membantu menginformasikan percakapan global tentang cara hak cipta memengaruhi akses ke informasi.

Google mengatakan, masih ada diskusi aktif dengan pembuat kebijakan di seluruh dunia tentang cara terbaik memerangi pembajakan online dan menghubungkan pengguna dengan konten yang sah.

Kebijakan Google tentang pelanggaran hak cipta, sebagaimana diuraikan di halaman Laporan Transparansi, konsisten dengan Digital Millennium Copyright Act (DMCA) yang terkenal dan menyediakan mekanisme yang sederhana dan efisien bagi pemilik hak cipta dari negara atau wilayah di seluruh dunia.

Para pemilik hak cipta dapat mengirimkan pemberitahuan penghapusan kepada Google tentang dugaan tautan pembajakan, dan Google akan menghapus konten yang melanggar dari hasil penelusurannya jika tidak ada masalah.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini