Share

Ilmuwan Klaim Larva Ngenat Lilin Bisa Urai Sampah Plastik

Angeltika Clara Sinaga, Jurnalis · Jum'at 07 Oktober 2022 08:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 06 56 2682127 ilmuwan-klaim-larva-ngenat-lilin-bisa-urai-sampah-plastik-xLN3TbmhIl.jpg Ilmuwan klaim larva ngengat lilin bisa urai sampah plastik (Foto: Reuters)

JAKARTA - Plastik menjadi salah satu benda yang membantu manusia dalam berbagai hal. Tetapi, sampahnya sudah semakin menumpuk dan menjadi masalah lingkungan global.

Disadur dari The Guardian, Jumat (7/10/2022), ternyata ada larva ngengat lilin yang berpotensi bisa membantu mengurangi sampah plastik di lingkungan kita.

Baru-baru ini, enzim yang dapat mengurai atau memecah plastik telah ditemukan dalam air liur larva ngengat lilin yang menempati sarang lebah. Enzim tersebut, dilaporkan mudah memecah jenis plastik yang umum.

Para peneliti yang menerbitkan hasil studi dalam jurnal Nature Communications menyampaikan, dua enzim yang diidentifikasi dalam air liur cacing itu mampu mendegradasi polietilen dengan cepat.

Polietilen membentuk 30% dari semua produksi plastik dan digunakan dalam tas kemasan yang merupakan salah satu hal utama dari polusi plastik di seluruh dunia.

Sebelumnya, tidak diketahui bagaimana larva ini mampu mendegradasi polietilen, kini diketahui karena enzim tersebut mengandung zat yang dihasilkan oleh organisme hidup yang memicu reaksi biokimia.

Para peneliti menjelaskan, enzim dapat dengan mudah disintesis dan mengatasi hambatan dalam degradasi plastik. Hal ini merupakan pemutusan rantai polimer, agar plastik dapat terdegradasi, oksigen harus menembus polimer pada langkah awal yang disebut oksidasi.

Dalam melakukan langkah tersebut biasanya membutuhkan pemanas, tetapi enzim dapat bekerja selama beberapa jam pada suhu normal, dalam air dan pada pH netral sehingga tidak perlu pra-perawatan seperti panas atau radiasi.

“Studi ini menunjukkan bahwa air liur larva mungkin menjadi penyimpanan enzim pendegradasi yang bisa merevolusi bidang bioremediasi,” kata para peneliti dalam jurnal Nature Communications.

Jutaan ton plastik dibuang setiap tahun, dampak polusinya sudah menyelimuti Bumi. Mengurangi jumlah plastik yang digunakan sangat penting, seperti pengumpulan dan pengelolaan limbah dengan tepat, dan dengan mendaur ulang plastik dapat mengurangi produksi plastik baru.

Menurut Dr. Clemente Arias, salah satu peneliti dari Dewan Riset Nasional Spanyol, dengan adanya temuan dari studi ini, banyak hal dan pemikiran untuk mengembangkan strategi baru dalam menangani sampah-sampah plastik di dunia.

(amj)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini