Share

Pendiri Telegram Sarankan Pakai Aplikasi Perpesanan Selain WhatsApp, Kenapa?

Maryam Nurfauziah, Jurnalis · Jum'at 07 Oktober 2022 18:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 07 54 2682705 pendiri-telegram-sarankan-pakai-aplikasi-perpesanan-selain-whatsapp-kenapa-BiHmzbada9.jpg Pendiri Telegram sarankan pakai aplikasi perpesanan selain WhatsApp, kenapa? (Foto: Business Today)

JAKARTA - Pendiri Telegram, Pavel Durov, menyarankan untuk memakai aplikasi perpesanan apapun selain WhatsApp, sebab dinilai sangat rentan keamanannya.

Durv mengklaim, WhatsApp gagal melindungi pengguna, mengingat sejauh ini sudah banyak sekali tindak kejahatan terkait pembobolan akun WhatsApp.

Peringatan tersebut, didasari oleh berbagai masalah yang muncul di WhatsApp, mulai dari celah sistem yang dianggap bisa memata-matai penggunanya, hingga rentan diretas lewat kiriman video.

Disadur Independent, Jumat (7/10/2022), Durov menyampaikan bahwa peretas dapat mengakses penuh ke semua file ada di ponsel pengguna WhatsApp.

“Setiap tahun kami mempelajari tentang beberapa masalah di WhatsApp yang membahayakan semua file di perangkat penggunanya. Tidak masalah jika Anda adalah orang terkaya di Bumi, jika Anda memasang WhatsApp di ponsel Anda, semua data Anda dari setiap aplikasi di perangkat Anda dapat diakses,” tandas dia.

Selain itu, miliarder teknologi Rusia itu juga berpendapat bahwa kelemahan keamanan WhatsApp terletak di “planted backdoors” sehingga memungkinkan pemerintah, lembaga penegak hukum, dan peretas melewati enkripsi dan langkah-langkah keamanan lainnya.

Sebelumnya, Durov juga menyatakan kalau WhatsApp tidak akan pernah aman kecuali ada perubahan mendasar yang dilakukan pada cara kerjanya.

Menurutnya, berbeda dengan Telegram yang sudah dikenal mengambil pendekatan privasi pertama untuk aplikasinya, sehingga saat ini memiliki lebih dari 700 juta pengguna aktif dengan pertumbuhan stabil sekitar 2 juta pengguna per hari.

Tentu, angka tersebut kecil dari basis pengguna WhatsApp sekitar 2 miliar pengguna di seluruh dunia. Memang, WhatsApp merupakan aplikasi Meta yang paling populer di dunia setelah WeChat dan Facebook Messenger.

"Saya tidak mendorong orang untuk beralih ke Telegram di sini. Telegram tidak membutuhkan promosi tambahan," ujar Durov.

“Anda dapat menggunakan aplikasi perpesanan apa pun yang Anda suka, tetapi jauhi WhatsApp, itu sekarang telah menjadi alat pengawasan selama 13 tahun,” ungkapnya.

(amj)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini