Share

Meta Komentari Soal Tren Teknologi Metaverse yang Menurun

Tangguh Yudha, Jurnalis · Kamis 20 Oktober 2022 10:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 19 57 2690569 meta-komentari-soal-tren-teknologi-metaverse-yang-menurun-bKiQ6ByBNN.jpeg Meta komentari soal tren teknologi metaverse yang menurun (Foto: News Text Area)

JAKARTA - Tren soal metaverse terpantau menurun memasuki akhir tahun 2022. Padahal sebelumnya, terlebih saat Facebook memutuskan merubah nama menjadi Meta, pemberitaan terkait konsep dunia virtual tersebut sangat kencang.

Menanggapi hal tersebut, Country Director Meta untuk Indonesia, Pieter Lydian memberikan komentar. Menurutnya, naik turunnya sebuah tren atau pemberitaan itu wajar, dan bukan berarti apa yang sedang dikerjakan telah gagal.

"Terkait pemberitaan tentang metaverse yang mulai meredup, menurut kami wajar," kata Pieter saat dijumpai di kantor Meta Indonesia, Rabu (19/10/2022).

"Itu merupakan sebuah siklus karena kalau terus menerus juga orang akan bosan. Di sini tugas kami adalah mendorong agar (metaverse) bisa berjalan dengan baik," ujarnya.

Lebih lanjut, Pieter mengaku optimis akan masa depan metaverse termasuk juga di Indonesia. Ia mengatakan bahwa proses untuk masuk ke metaverse sebenarnya sudah berjalan di Indonesia.

"Dari segi infrastruktur kita bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk Kominfo tengah bangun dua kabel bawah laut. Kalau itu terjadi 70% kapasitas internet indonesia akan naik. Kita punya 5-10 tahun untuk metaverse," ungkap dia.

"Sementara kalau bicara soal tantangan gadget sebenarnya kalau kita pikir ya gak jauh jauh banget. Teknologi AR/VR saat ini sudah ada di smartphone tinggal dipindahkan ke gadget yang lebih advance seperti misalnya kacamata," lanjutnya.

Meski demikian, Pieter tidak menampik bahwa metaverse saat ini memang masih terbilang mahal. Ini lantaran industri juga masih melakukan pengembangan-pengembangan lebih lanjut untuk membuat teknologi metaverse lebih matang.

"Sekarang device dan semuanya memang mahal. Tapi nanti akan terjadi level adopsi, di sini teknologi mulai mature, di mana pabrik-pabrik akan masuk ke industri dan pada akhirnya harga juga akan turun sehingga affordability terjadi," imbuh Pieter.

(amj)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini