Share

Peneliti Temukan Obat yang Setara dengan Olahraga

Raden Yusuf Nayamenggala, Jurnalis · Sabtu 22 Oktober 2022 18:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 22 56 2692443 peneliti-temukan-obat-yang-setara-dengan-olahraga-jIQA3cTce5.jpg Peneliti temukan obat yang setara dengan olahrga (Foto: News18)

JAKARTA - Sejumlah orang mungkin lebih memilih unutk beristirahat dibanding untuk berolahraga, terlebih dengan padatnya aktivitas sehari-hari di mana waktu luang yang sedikit.

Selain itu, tidak sedikit orang yang tidak ingin melakukan latihan fisik seperti olahraga karena malas. Padahal, tubuh harus tetap bergerak dengan berolahraga agar lebih bugar dan selalu fit dalam melakukan berbagai aktivitas.

Faktanya, kurang aktivitas fisik bisa menyebabkan kelemahan otot dan tulang, seperti osteoporosis dan sarkopenia. Di sisi lain, banyak orang ynag secar fisik tidak mampu berolahraga, seperti penyakit serebrovaskular atau teraring di tempat tidur.

Selain itu, banyak orang yang berisiko terkena penyakit kardiovaskular, stroke, dan diabetes, karena kurangnya aktivtias fisik. Karena itu, perlu adanya latihan fisik.

Belakangan ini ada sejumlah peneliti yang menemukan sesuatu menguntungkan bagi seseorang yang tidak memungkinkan untuk berolahraga, atau orang-orang yang 'Mageran' atau malas untuk berolahraga.

Sejumlah peneliti mampu mengidentifikasi bahwa pengiatan otot dan tulang selama latihan fisik, bertepatan dengan perubahan anabolik pada otot dan tulang.

Dengan menggunakan sistem penyaringan obat jenis baru, peneliti mampu mengidentifikasi senyawa yang merplikasi perubahan pada otot dan tulang bernama LAMZ (Locamidazole after locomotor and the chemical backbone aminoindazole).

Follow Berita Okezone di Google News

Menurut penelitian yang diterbitkan pada bulan Agustus di Jurnal Medis Nature, LAMZ Tidak sekadar memiliki kemampuan untuk merangsang pertumbuhan osteoblas, pembentuk tulang dan sel otot, namun untuk menghambat pembetukan osteoklas, yang memecah tulang dan menyebabkan penyakit kronis, salah satunya osteoforosis

Pada tahap uji coba pada, peneliti Jepang memberikan locamidazol ke tikus laboratorium sekali sehari, selama total 14 hari. Sementara itu, di akhir percobaan, bat terdeteksi dalam darah, otot dan tulang, tanpi tidka ada efek terdeteksi.

“Kami senang menemukan bahwa tikus yang diobati dengan LAMZ menunjukkan lebar serat otot yang lebih besar, kekuatan otot maksimal yang lebih besar, tingkat pembentukan tulang yang lebih tinggi, dan aktivitas penyerapan tulang yang lebih rendah," ucap Takehito Ono, penulis utama studi tersebut.

Adapun kelemahan alat gerang yang disebabkan oleh penyakit seperti osteoporosis, merupakan target utama dari obat-obatan seperti LAMZ, dan hasil percobaan pertama cukup menggembirakan. Locamidazole diberikan secara oral atau melalui injeksi subkutan, guna meningkatkan otot dan tulang tikus dengan kelelahan bergerak.

Kendati LAMZ mungkin tidak membuat kamu menjadi mendapatkan perut seperti yang kamu impikan, peneliti yakin bahwa LAMZ Bisa membantu sebagai obat terapeuting untuk pasien dengan gangguan gerak, seperti osteoporosis dan sarkopenia.

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini