Share

Mengenal 5 Fakta Sampah Luar Angkasa yang Tak Banyak Orang Tahu

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Selasa 25 Oktober 2022 10:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 24 56 2693622 mengenal-5-fakta-sampah-luar-angkasa-yang-tak-banyak-orang-tahu-pTIwwYRwbC.jpg Mengenal 5 fakta sampah luar angkasa yang tak banyak orang tahu (Foto: Digital Trends)

JAKARTA - Mengenal lima fakta sampah luar angkasa yang tidak banyak orang tahu perlu dipahami. Kini, sampah sebagai bahan sisa kegiatan manusia sehari-hari ternyata tidak hanya ada di Bumi, luar Bumi pun menumpuk.

Sampah luar angkasa yang ada di luar angkasa, diketahui merupakan puing-puing dari roket dan satelit yang dikirim sejak tahun 1957. Tentunya sampah-sampah yang ada dibiarkan mengambang di sekitaran Bumi.

Dirangkum dari berbagai sumber, apa saja fakta sampah luar angkasa yang jarang diketahui? Selengkapnya simak berikut ini.

1. Jumlah yang banyak dan ukuran yang kecil

Terdapat 3.000 satelit mati yang mengorbit Bumi. Menurut NASA, ada 27.000 keping sampah luar angkasa berukuran lebih dari 10 centimeter dan lebih dari 100 juta keping yang lebih kecil dari 1 sentimeter. Diperkirakan ada jutaan sampah luar angkasa lainnya yang tidak terdeteksi.

2. Tak hanya di sekitar Bumi

Sampah luar angkasa yang ada ternyata tidak hanya mengorbit Bumi saja, melainkan juga ada di planet dan satelit planet lain. Diketahui, sampah yang mengorbit Bulan kurang lebih terdapat 54 kendaraan tanpa awak dan 190.000 kilogram sampah.

Sementara di Mars kurang lebih terdapat hampir 10.000 kilogram sampah luar angkasa. Di Venus, terdapat pesawat tanpa awak Venera 7 yang diluncurkan pada 1970. Dan yang terjauh, ada pesawat tanpa awak Pioneer 10 yang terdampar di Titan, salah satu satelit Saturnus.

3. Bisa jatuh ke Bumi dan merugikan manusia

Sampah luar angkasa memiliki potensi untuk jatuh ke Bumi. Meski kemungkinannya kecil, sebanyak 15 persen sampah luar angkasa butuh waktu lebih dari 1 tahun untuk masuk ke Bumi.

Lalu. 6 persen sampah luar angkasa telah masuk ke Bumi dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Sedangkan, 79 persen kemungkinan tidak akan turun memasuki Bumi dalam kurun waktu 100 tahun.

Sekalipun masuk ke Bumi, mayoritas sampah luar angkasa akan terbakar habis oleh gesekan atmosfer. Jika masih tersisa dan menghantam permukaan Bumi, dampaknya tidak akan separah hantaman meteor.

Follow Berita Okezone di Google News

4. Dapat menimbulkan sindrom kessler

Pada 1978, Donald J Kessler, seorang astrofisikawan mengeluarkan teori bahwa semakin bertambahnya objek luar angkasa di orbit Bumi, maka kemungkinan tabrakan antar objek akan semakin besar.

Setiap tabrakan akan menghasilkan pecahan yang dapat menabrak objek luar angkasa lain dan berujung menimbulkan tabrakan beruntun. Teori ini kemudian dikenal dengan sindrom kessler.

Ternyata tabrakan di antara sampah luar angkasa dengan satelit dan pesawat antariksa memang pernah terjadi beberapa kali. Pada 2009, pesawat antariksa Rusia yang sudah tidak berfungsi menabrak pesawat antariksa Amerika Serikat yang sedang menjalankan misi.

Meski kemungkinan tabrakan tersebut sangatlah kecil, tetapi tidak menutup kemungkinan jika kedepannya sindrom kessler akan terwujud. Mengingat dalam satu dekade mendatang akan ada 10.000 satelit baru yang mengorbit Bumi.

5. Gagasan membersihkan sampah luar angkasa

Para ahli mengetahui jika kedepannya sampah luar angkasa dapat berpotensi menghambat misi antariksa. Oleh sebab itu, mereka mulai merancang cara membersihkan sampah luar angkasa.

Terdapat beberapa ide untuk mengatasi sampah luar angkasa, seperti The European Space Agency mengajukan ide menangkap sampah dengan menggunakan jaring.

Sementara, The Japanese Aerospace Exploration Agency mengajukan ide menggunakan laser elektrodinamika yang dapat memperlambat gerakan sampah luar angkasa.

Tidak hanya itu, masih banyak ide dan proposal yang diajukan untuk membersihkan sampah luar angkasa. Sayangnya, belum ada ide yang diaplikasikan secara masif.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini