Share

Alasan Terjadinya Hujan Meteor Menurut Sains Ternyata Sesuai Alquran

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Rabu 26 Oktober 2022 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 25 56 2694399 alasan-terjadinya-hujan-meteor-menurut-sains-ternyata-sesuai-alquran-WOYt3Hz7wH.jpg Alasan terjadinya hujan meteor menurut sains ternyata sesuai Alquran (Foto: Unsplash)

JAKARTA - Hujan meteor adalah penampakan jalur jatuhnya meteorid ke atmosfer Bumi atau yang lazim disebut bintang jatuh. Dalam ajaran Islam, jatuhnya meteor memiliki makna tersendiri.

Berdasarkan sains, bisa disebabkan oleh gravitasi Bumi yang lebih besar dan menarik benda-benda luar angkasa sehingga membentur atmosfer.

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta'ala dalam kitab suci Alquran:

اِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاۤءَ الدُّنْيَا بِزِيْنَةِ ِۨالْكَوَاكِبِۙ

وَحِفْظًا مِّنْ كُلِّ شَيْطٰنٍ مَّارِدٍۚ

لَا يَسَّمَّعُوْنَ اِلَى الْمَلَاِ الْاَعْلٰى وَيُقْذَفُوْنَ مِنْ كُلِّ جَانِبٍۖ

دُحُوْرًا وَّلَهُمْ عَذَابٌ وَّاصِبٌ

اِلَّا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَاَتْبَعَهٗ شِهَابٌ ثَاقِبٌ

"Sesungguhnya Aku telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang, dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap setan yang sangat durhaka, setan-setan itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru. Untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal. Akan tetapi barangsiapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan), maka ia dikejar oleh suluh api yang terang." (QS As-Saffat: 6–10)

Ayat-ayat tersebut memberikan kesimpulan bahwa jatuhnya meteor sebagai fenomena alam ialah benda langit yang digunakan untuk melempar setan yang coba mencuri hak-hak dari langit. Penjelasan ini juga diperkuat oleh salah satu penulis yakni Abdul Syukur Al-Azizi dalam bukunya 'Islam itu Ilmiah'.

Beliau menuliskan rangkumannya tentang hujan meteor dalam bab 'Sabuk Van Allen' bahwa berdasarkan penelitian para ahli astronomi abad modern, dari beberapa planet yang berada dalam sistem tata surya, mulai Merkurius hingga Pluto, tidak satu pun bisa dihuni oleh makhluk hidup, kecuali Planet Bumi.

Hal ini disebabkan sistem dan kondisi planet tersebut tidak memungkinkan untuk dijadikan sebagai tempat tinggal. Selain karena suhu yang ekstrem (sangat panas hingga beberapa ratus derajat atau terlalu dingin sampai jauh di bawah titik nol), planet-planet tersebut juga tidak henti-hentinya dibombardir ribuan meteor dan benda langit lainnya.

Selain itu, permukaan planet-planet tersebut juga dipenuhi oleh gas beracun yang tidak memungkinkan makhluk hidup di permukaannya.

Maha benar Allah Subhanahu wa ta'ala dengan segala firman-Nya. Dia-lah yang menjadikan bumi sebagai tempat tinggal yang baik dan layak bagi manusia, sebagaimana firman-Nya berikut:

وَجَعَلْنَا السَّمَاۤءَ سَقْفًا مَّحْفُوْظًاۚ وَهُمْ عَنْ اٰيٰتِهَا مُعْرِضُوْنَ

"Dan, Kami menjadikan langit sebagai atap yang terpelihara..." (QS Al-Anbiya': 32)

Ayat tersebut menegaskan bahwa Allah Subhanahu wa ta'ala menciptakan langit sebagai atap yang melindungi manusia di bumi. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, langit merupakan atmosfer yang melindungi Bumi dari hujan meteor. Atmosfer juga berfungsi menyaring sinar-sinar yang berbahaya bagi kehidupan di bumi, seperti sinar ultraviolet.

Kemudian di dalam atmosfer Bumi juga terdapat lapisan pelindung yang disebabkan oleh gaya magnetik Bumi. Lapisan tersebut adalah Sabuk Van Allen dari hasil pengamatan dan penelitian para ahli astronomi, diketahui bahwa inti bumi berisi unsur-unsur berat yang bersifat magnetik, seperti besi dan nikel.

Inti bumi ini tersusun atas dua lapisan yang berbeda, yaitu bagian dalam berwujud padat, sedangkan inti bagian luar berwujud cair. Lapisan luar yang cair tersebut mengapung dan bergerak di atas lapisan terdalam sehingga memunculkan pengaruh magnetis pada logam-logam sehingga yang pada akhirnya membentuk suatu medan magnet.

Medan magnet tersebut membentang hingga jauh di atas atmosfer dan membentuk sebuah perisai yang melindungi bumi dari bahaya yang setiap saat datang dari luar angkasa. Perpanjangan zona magnet yang mencapai lapisan luar atmosfer inilah yang disebut Sabuk Van Allen atau Radiasi Van Allen.

Besarnya energi listrik yang diperlukan untuk menjaga keberadaan medan magnet seperti ini hampir mencapai 1 miliar ampere. Ini setara dengan jumlah energi listrik yang pernah dibangkitkan umat manusia sepanjang sejarah Sabuk Van Allen dapat eksis di lapisan atmosfer bumi karena terdapat blind spot di medan magnet bumi yang disebabkan oleh kompresi dan peregangan dari angin matahari.

Medan magnet bumi berfungsi sebagai cermin magnetik yang memantulkan partikel bermuatan bolak-balik sepanjang garis gaya yang merentang antara Kutub Magnetik Utara dan Kutub Magnetik Selatan. Sabuk Van Allen melindungi bumi dari beragam radiasi yang sangat mematikan, hasil dari pancaran matahari dan bintang bintang lainnya.

Sebagaimana diketahui, energi yang dipancarkan oleh sebuah letusan pada matahari, yang terjadi setiap 11 tahun sekali yaitu solar flares, sangatlah dahsyat.

Letusan tunggal pada matahari setara dengan ledakan 100 miliar bom atom yang pernah dijatuhkan oleh Amerika Serikat di Hiroshima, Jepang, saat meletusnya Perang Dunia II.

Matahari menyemburkan badai ke arah bumi yang terdiri atas proton dan elektron yang bergerak dengan kecepatan sekitar 1,5 kilometer per detik.

Saat menghujani medan magnet bumi, badai matahari yang berupa hujan partikel akan memudar, lalu dibelokkan mengelilingi medan magnet.

Seandainya tidak ada Sabuk Van Allen maka semburan atau jilatan api dari matahari tersebut, yang terjadi berkali-berkali, dapat menghancurkan seluruh kehidupan di muka bumi.

Demikianlah perisai bumi yang diciptakan Allah Subhanahu wa ta'ala untuk melindungi hamba-Nya di bumi. Sebuah sistem perlindungan yang sangat sempurna, tidak tertandingi, dan tak dapat ditiru. Para ilmuwan baru mengetahuinya pada beberapa abad belakangan.

Sementara berabad-abad sebelumnya, miliaran makhluk hidup, termasuk manusia, hanya bisa merasakan nikmatnya kehidupan di bumi, tanpa pernah merasa takut dan khawatir terhadap bahaya dari beragam fenomena yang terjadi di luar angkasa, dan tanpa pernah tahu keberadaan Sabuk Van Allen.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini