Share

Elon Musk Resmi Ambil Alih Twitter Pasca Berbulan-bulan Sengketa

Tangguh Yudha, Jurnalis · Jum'at 28 Oktober 2022 11:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 28 57 2696180 elon-musk-resmi-ambil-alih-twitter-pasca-berbulan-bulan-sengketa-XQN8lLJLDd.jpg Elon Musk resmi ambil alih Twitter pasca berbulan-bulan sengketa (Foto: YugaTech)

JAKARTA - Elon Musk pada hari ini, Jumat (28/10/2022), resmi mengambil alih media sosial Twitter, pasca berbulan-bulan bersengketa.

Salah satu orang terkaya di dunia itu, akhirnya menuntaskan akuisisi Twitter senilai $44 miliar atau sekitar Rp680 triliun. Musk mengambil kendali tepat sebelum batas waktu yang ditentukan.

Laporan Engadget mengatakan, dia akan menghabiskan waktu di markas Twitter, San Francisco, mulai minggu ini, di mana Musk akan bertemu dengan para karyawan Twitter untuk pertama kalinya.

Musk juga akan mulai membawa beberapa insinyur Tesla ke markas Twitter untuk membantu "menilai" kode perusahaan barunya tersebut.

Dan seperti yang dia janjikan sebelumnya, Musk akan mulai membawa perubahan besar lainnya ke perusahaan dalam waktu dekat.

Musk telah mengatakan baik dalam penampilan publik dan dalam pesan pribadi bahwa dia ingin melonggarkan aturan moderasi Twitter dan bahwa dia tidak menyukai larangan permanen. Ia juga akan memangkas sebanyak 75 persen karyawan Twitter.

Layanan inti Twitter juga bakal diubah secara dramatis di bawah kepemimpinan Musk. Selain melonggarkan aturan moderasi pada platform, Musk mengatakan ingin "membuka sumber" algoritma Twitter sehingga pengguna dapat lebih memahami rekomendasinya.

Pada saat yang sama, dia mencoba meyakinkan pengiklan bahwa dia tidak ingin situs itu menjadi "pemandangan neraka gratis untuk semua", dan Twitter harus menjadi "platform periklanan paling dihormati di dunia."

Musk, yang sering berbicara tentang keinginannya agar Twitter menjadi akseleran untuk menciptakan X, superapp yang mirip dengan WeChat di China, juga kemungkinan akan mencari cara untuk meningkatkan pendapatan non-iklan.

Dia mengusulkan perubahan pada Twitter Blue, dan melontarkan gagasan untuk membebankan biaya kepada perusahaan untuk penyematan tweet.

(amj)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini