Share

Rekor Baru Migrasi Burung, Terbang dari Alaska hingga Australia Tanpa Henti!

Tangguh Yudha, Jurnalis · Senin 31 Oktober 2022 12:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 31 56 2697837 rekor-baru-migrasi-burung-terbang-dari-alaska-hingga-australia-tanpa-henti-wMDmpbbnNP.jpg Rekor baru migrasi burung, terbang dari Alaska hingga Australia tanpa henti! (Foto: AP)

JAKARTA - Rekor baru untuk migrasi burung telah terpecahkan. Seekor burung Godwit (Limosa lapponica) yang dipasangi GPS telah terbang dari Alaska ke negara bagian Tasmania di Australia tanpa henti.

Dilansir dari Fox News, Senin (31/10/2022), ia terbang setidaknya 13.560 kilometer. Mengalahkan rekor sebelumnya, di mana seekor burung terbang tanpa henti sejauh 12.200 kilometer.

Para peneliti memantau bahwa burung meninggalkan Alaska pada 13 Oktober. Lalu, berhasil mendarat di Ansons Bay di pulau ujung timur laut Tasmania pada 24 Oktober atau sebelas hari kemudian.

Burung itu, memulai penerbangannya di jalur barat daya menuju Jepang, kemudian berbelok ke tenggara di atas Kepulauan Aleutian Alaska, menurut sebuah peta yang diterbitkan oleh Pūkorokoro Miranda Shorebird Center.

Ia kemudian kembali mengarah ke barat daya ketika terbang di atas atau dekat Kiribati dan Kaledonia Baru, lalu melewati daratan Australia sebelum berbelok langsung ke barat menuju Tasmania, negara bagian paling selatan Australia.

"Apakah burung ini tersesat atau apakah ini bagian dari pola migrasi normal untuk spesies tersebut, kami masih belum tahu," kata Woehler, yang merupakan bagian dari proyek penelitian tersebut.

Ia dan timnya pun berharap untuk dapat menjemput burung itu sesegera mungkin di sudut terpencil Tasmania sekaligus untuk mencari tahu apakah burung tersebut terbang sendiri atau sebagai bagian dari kawanan.

Mereka akan menangkap burung untuk memperbaiki kondisinya setelah kehilangan setengah berat badannya selama perjalanan panjangnya, mengingat burung masih berusia muda dan minim pengalaman.

Untuk diketahui, burung Godwit pemecah rekor ini sebelumnya memang sudah dipersiapkan untuk penelitian. Burung diberi chip GPS pelacak dan panel surya kecil yang memungkinkan tim peneliti internasional untuk mengikuti migrasinya.

(amj)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini