Share

Apa yang Terjadi Jika Manusia Tidak Pernah Lupa? Ini Jawabannya

Angeltika Clara Sinaga, Jurnalis · Selasa 01 November 2022 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 31 56 2698174 apa-yang-terjadi-jika-manusia-tidak-pernah-lupa-ini-jawabannya-61leRhzxql.jpg Apa yang terjadi jika manusia tidak pernah lupa? Ini jawabannya (Foto: Freepik)

JAKARTA - Sebagian besar orang mungkin memaklumi bila lupa terhadap sesuatu. Lupa adalah hal normal untuk otak manusia, tetapi bayangkan apa jadinya jika tidak pernah lupa akan ingatan yang terbentuk dari kumpulan kehidupan?

Dilansir dari kanal YouTube Kok Bisa?, Selasa (1/11/2022), kemampuan seseorang mengingat secara akurat disebut dengan Hyperthymesia. Namun, kondisi seperti ini menimbulkan efek yang buruk.

Misalnya, seseorang mengalami kenangan masa lalu yang tidak layak untuk diingat, seperti dibully saat masih kecil, kenangan memalukan, kenangan dikecewakan, dan kenangan pahit lainnya yang bisa mengganggu.

Kondisi Hyperthymesia tersebut, bukan satu-satunya jenis ingatan secara akurat yang dapat dimiliki oleh manusia. Terdapat jenis ingatan lain, seperti Memori Eidetik yang merupakan kemampuan mengingat dengan jelas selama beberapa saat.

Kemudian, ada pula klaim yang mengatakan jenis ingatan di tingkat tertinggi disebut Memori Fotografi, di mana seseorang memiliki kemampuan mengingat jelas dalam waktu lama, bisa hitungan hari atau bahkan tahunan.

Sampai saat ini, para ilmuwan belum menemukan bukti akurat mengenai jenis-jenis ingatan tersebut apakah memang ada atau tidak.

Kendati demikian, diduga ternyata ada manusia yang memiliki kemampuan ingatan yang luar biasa.

Seorang seniman arsitektur asal Inggris, Stephen Wiltshire, ia dikenal karena kemampuannya dapat menggambar sebuah pemandangan dari ingatannya setelah melihat sekali saja.

Wiltshire pernah menggambar kota London dengan jelas bermodalkan melihat dari helikopter selama 20 menit.

Selanjutnya, seorang sarjana Amerika, Kim Peek, yang juga memiliki ingatan luar biasa dalam mengingat ribuan kata dalam buku yang dibacanya. Berdasarkan penelitian, kedua sosok tersebut memiliki Sindrom Savant.

Kondisi tersebut, biasanya bisa terjadi ketika penyandangnya terlihat memiliki keceradasan tertentu dan keterbatasan mental, tetapi memiliki bakat yang menakjubkan.

Hal ini, memicu kelainan pada otak sehingga menyebabkan kemampuan yang jauh melebihi batas normal.

Mungkin kita sering bertanya-tanya, mengapa manusia sering sekali mudah untuk melupakan sesuatu. Timbul beberapa jawaban atas pertanyaan tersebut, yaitu Interference Theory (kenangan berkesan), Decay Theory (kenangan jarang diingat), dan Repression Theory (kenangan traumatis).

Walaupun sebuah ingatan sudah tersimpan dalam otak manusia, tetapi ingatan tersebut bisa hilang secara sengaja, jika melupakan proses terjadinya atau yang berkaitan dengan peristiwa yang pernah dialami.

Jadi, sebenarnya lupa itu bagian dari hal yang wajar untuk kita sebagai manusia.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini