Share

Ilmuwan Berhasil Temukan Sesuatu yang Menakutkan di Tata Surya

Tangguh Yudha, Jurnalis · Selasa 01 November 2022 10:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 31 56 2698201 ilmuwan-berhasil-temukan-sesuatu-yang-menakutkan-di-tata-surya-CIk57i2Oxo.jpg Ilmuwan berhasil temukan sesuatu yang menakutkan di tata surya (Foto: NASA/JPL-Caltech)

JAKARTA - Sejumlah ilmuwan berhasil menemukan sesuatu yang menakutkan dan aneh terjadi di tepi tata surya. Mereka menyebutnya sebagai fenomena heliopause.

Ini merupakan fenomena di mana batas antara heliosfer (gelembung angin Matahari yang mengelilingi tata surya) dan medium antarbintang (materi antara bintang) tampak beriak dan menciptakan sudut miring dengan cara yang tidak terduga.

Dilansir dari Space, Selasa (1/11/2022), konsep umum bahwa Heliopause berubah bentuk sebenarnya bukanlah hal baru selama dekade terakhir. Para ilmuan telah mengungkapkan, fenomena itu memang tidak statis.

Namun, tetap saja heliopause menjadi fenomena yang tetap menakutkan untuk dilihat.

Bagaimana tidak, angin Matahari dan medium antarbintang mendorong dan menarik satu sama lain sehingga menciptakan batas yang terus bergerak.

Para ilmuwan mendapatkan temuan ini menggunakan data dari Voyager 1 dan Voyager 2, dua pesawat ruang angkasa yang keluar dari heliosfer sejauh ini, serta satelit Interstellar Boundary Explorer (IBEX) NASA.

"Pesawat ruang angkasa Voyager menyediakan satu-satunya pengukuran langsung dari lokasi batas-batas ini. Tetapi hanya pada satu titik dalam ruang dan waktu," kata Eric Zirnstein, fisikawan ruang angkasa di Universitas Princeton.

Para ilmuwan telah menggunakan data untuk membuat model yang memprediksi bagaimana perubahan heliopause. Tetapi penelitian terbaru tentang heliopause telah memunculkan data yang bertentangan dengan temuan sebelumnya.

Selama beberapa bulan pada tahun 2014, IBEX menangkap kecerahan ENA yang menunjukkan asimetri dalam heliopause, dan tim kemudian menyadari bahwa asimetri tersebut tidak sesuai dengan model.

Dalam sebuah makalah yang diterbitkan di jurnal Nature Astronomy, para peneliti menyebut perbedaan ini "menarik dan sangat kontroversial." Mereka berencana untuk terus mempelajari Heliopause untuk mencari lebih banyak temuan.

"Pemantauan akan dilakukan dari NASA Interstellar Mapping and Acceleration Probe, satelit baru dan lebih baik yang dapat mendeteksi ENA dan dijadwalkan diluncurkan pada 2025," ujar Zirnstein.

(amj)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini