Share

Asteroid Pembunuh Planet Ditemukan, Kemungkinan Tabrak Bumi

Tangguh Yudha, Jurnalis · Rabu 02 November 2022 15:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 02 56 2699420 asteroid-pembunuh-planet-ditemukan-kemungkinan-tabrak-bumi-LHWNkgzotY.JPG Asteroid pembunuh planet ditemukan, kemungkinan tabrak Bumi (Foto: NASA)

JAKARTA - Sebuah asteroid "pembunuh planet" telah ditemukan oleh seorang astronom di Laboratorium Bumi dan Planet dari Carnegie Institution for Science. Dikatakan bahwa asteroid sangat menyeramkan karena suatu hari nanti bisa bertabrakan dengan Bumi.

Disebut 2022 AP7, asteroid raksasa itu sebenarnya adalah salah satu dari tiga asteroid dekat Bumi yang bersembunyi di dalam tata surya bagian dalam.

Ini adalah area di dalam Bumi dan Venus, dan tampaknya sangat sulit untuk dijelajahi karena Matahari menjorok langsung ke dalamnya. Asteroid terbesar berukuran lebar sekitar 1,5 kilometer atau sebesar 10 lapangan sepak bola di Stadion Wembley.

Itu juga berada di 5% teratas asteroid yang ditemukan di luar angkasa, dan jika menabrak Bumi, bisa terjadi dalam 1.000 tahun ke depan. Sementara dua lainnya yang ditemukan, 2021 LJ4 dan 2021 PH27, jauh lebih kecil,

Seperti dihimpun dari Daily Star, Rabu (2/11/2022), Scott Sheppard, dari Carnegie Institution for Science, yang juga penulis utama makalah tentang temuan ini, mengatakan bahwa temuan ini dilakukanb dengan menjelajahi area di dalam orbit Bumi dan Venus untuk mencari asteroid.

"Sejauh ini kami telah menemukan dua asteroid besar dekat Bumi yang lebarnya sekitar 1 kilometer, ukuran yang kami sebut 'pembunuh planet," katanya.

"Hanya sekitar 25 asteroid yang mengorbit sepenuhnya di dalam orbit Bumi yang telah ditemukan hingga saat ini karena kesulitan mengamati di dekat silau dari jumlah tersebut," ujar Scott melanjutkan.

Dia mencatat, kemungkinan hanya ada beberapa dari ukuran yang sama yang tersisa untuk ditemukan, dan bahwa mereka memiliki orbit yang akan "berdampak" pada Bumi.

Untuk diketahui, penemuan ini dilakukan dengan menggunakan Kamera Energi Gelap yang dipasang pada teleskop khusus sepanjang empat meter di Observatorium Inter-Amerika Cerro Tolo di Chili.

(amj)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini