Share

MNC Group Matikan Siaran Analog Hari Ini Tepat Pukul 24.00 WIB

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 03 November 2022 21:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 03 54 2700493 mnc-group-matikan-siaran-analog-hari-ini-tepat-pukul-24-00-wib-73ck5JHeh0.jpg Ilustrasi TV Analog. (Foto: Shutterstock)

PEMERINTAH akhirnya memberlakukan pemadaman siaran televisi analog atau Analog Switch Off (ASO). Hal ini dilakukan secara bertahap di seluruh wilayah Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, MNC Group yang mewakili RCTI, MNCTV, INews, GTV menyatakan akan melakukan ASO malam ini pukul 24.00 WIB.

"Mengingat adanya permintaan dari Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Bapak Mahfud MD yang meminta untuk dilakukan Analog Switch Off yang seharusnya berlaku Nasional, tetapi pada kenyataannya hanya terbatas di wilayah Jabodetabek, maka kami akan melaksanakan permintaan tersebut pada hari ini, Kamis, 3 November 2022 jam 24.00 WIB," tulis MNC Group dalam keterangannya.

Dalam pernyataannya, MNC menyebut sampai dengan hari ini, jam dan detik ini belum ada satu surat tertulis yang diterima oleh MNC Group terkait dengan pencabutan izin siaran analog di wilayah Jabodetabek, untuk mendukung progam Analog Switch Off. Sehingga, secara hukum tidak ada kewajiban untuk melaksanakan Analog Switch Off.

"MNC Group menyadari, tindakan mematikan siaran dengan sistem Analog ini sangat merugikan masyarakat Jabodetabek, diperkirakan 60% masyarakat di Jabodetabek tidak bisa lagi menikmati tayangan televisi secara analog di wilayah Jabodetabek," tulis pernyataan tersebut.

"Kecuali dengan membeli set top box atau mengganti televisi digital atau berlangganan tv parabola tetapi sekali lagi dikarenakan adanya permintaan dari Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Bapak Mahfud MD, maka kami akan tunduk dan taat," tambah keterangan tersebut.

MNC Group pun memandang adanya kebijakan yang saling bertentangan terutama jika dikaitkan dengan adanya putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 91/PUU-XVIII/2020, dimana dalam salah satu petitum menyatakan secara tegas:

“Menyatakan untuk menangguhkan segala tindakan/ kebijakan yang bersifat strategis dan berdampak luas, serta tidak dibenarkan pula menerbitkan peraturan pelaksana baru berkaitan dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja”

Pasalnya, pada faktanya terdapat pertentangan atau dengan kata lain dualisme dalam pelaksanaannya, yaitu:

a. Analog Switch Off dilakukan hanya di wilayah Jabodetabek dan tidak dilakukan secara serentak secara Nasional, membuktikan bahwa keputusan Mahkamah Konstitusi tersebut benar adanya dan diakui secara implisit pemberlakuannya oleh Kominfo.

b. Jika dianggap ini adalah pelaksanaan Undang-Undang Cipta Kerja, maka seharusnya wilayah di luar Jabodetabek harus juga diberlakukan Analog Switch Off dengan demikian artinya keputusan Analog Switch Off terbatas di wilayah Jabodetabek bukan perintah UndangUndang, tetapi adalah keputusan dari Kominfo semata.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini