Share

Hary Tanoesoedibjo: Sebaiknya Siaran Analog dan Digital Berjalan Bersamaan

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 04 November 2022 11:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 04 54 2700746 hary-tanoesoedibjo-sebaiknya-siaran-analog-dan-digital-berjalan-bersamaan-7KIfnKBhrc.jpg Hary Tanoesoedibjo: sebaiknya siaran analog dan digital berjalan bersamaan (Foto: iStock)

JAKARTA - Executive Chairman at MNC Group, Hary Tanoesoedibjo, berpendapat bahwa sebaiknya siaran televisi analog dan digital bisa berjalan bersamaan.

Dalam unggahan di Instagramnya, Hary Tanoe merasa heran dengan penerapan ASO hanya untuk wilayah Jabodetabek, padahal perintah UU Cipta Kerja adalah ASO nasional, bukan hanya Jabodetabek pada tanggal 2 November 2022.

Di samping itu MK telah membatalkan UU Cipta Kerja dengan putusannya No.91/PUU-XVIII/2020 (Butir 7) yang berbunyi: Menyatakan untuk menangguhkan segala tindakan/kebijakan yang bersifat strategis dan berdampak luas, serta tidak dibenarkan pula menerbitkan peraturan pelaksana baru yang berkaitan dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 245, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6573).

"Arti dari Keputusan MK adalah segala sesuatu yang memiliki dampak luas (terhadap masyarakat) agar ditangguhkan. Sebagaimana kita ketahui 60% penduduk Jabodetabek masih menggunakan TV analog," kata Hary Tanoe, dikutip dari keterangannya, Jumat (4/11/2022).

Menurutnya, dari sisi hukum ada yang janggal, Kementerian Kominfo menggunakan standar ganda: (i) Untuk wilayah Jabodetabek mengikuti perintah UU (ASO) dan (ii) Untuk wilayah diluar Jabodetabek mengikuti Keputusan MK yang membatalkan ASO.

"Saya pernah menyampaikan hal ini kepada Bapak Presiden bahwa sebaiknya saat ini berjalan simulcast (siaran analog dan siaran digital berjalan bersamaan), sampai masyarakat siap dengan TV digital," terang dia.

Kalau mau cepat, sambungnya, TV analog dilarang diperjualbelikan dipasar, sehingga pada saat masyarakat membeli TV baru, yang dibeli otomatis TV digital.

Hary Tanoe berpendapat, keputusan ASO sama saja memaksa masyarakat membeli STB (set top box) agar dapat menonton siaran digital.

"Secara timing kondisi ekonomi sebagian masyarakat kita kurang baik saat ini, karena terimbas pandemi. Bahkan, saya pernah mendengar konon arahan Bapak Presiden di Rapat Kabinet agar hati-hati dalam menerapkan kebijakan yang menyangkut masyarakat luas, termasuk di antara implementasi ASO," tegas Hary Tanoe.

Kemudian, dia menyatakan bahwa saat ini yang jelas sangat diuntungkan adalah pabrik atau penjual STB, karena pasti laku keras. Sebaliknya, yang dirugikan adalah masyarakat yang masih menggunakan TV analog yang pada umumnya rakyat kecil.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengatakan ASO merupakan amanat Undang-Undang (UU) nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Ciptaker).

Dalam UU itu disebutkan, migrasi penyiaran Televisi dari analog ke digital harus diselesaikan pada 2 November 2022.

"Juga migrasi siaran tv analog ke digital ini merupakan program pemerintah dalam mewujudkan transformasi digital," ujarnya.

Kebijakan ini, lanjut Mahfud adalah ketentuan dari International Telecommunication Union (ITU). Dimana peralihan siaran televisi analog ke digital adalah keharusan.

(amj)

(kem)

1
1

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini