Share

Siaran TV Analog Disuntik Mati, Warga Bekasi Ini Terpaksa Beli STB meski harganya Mahal

Jonathan Simanjuntak, Jurnalis · Jum'at 04 November 2022 21:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 04 54 2701233 siaran-tv-analog-disuntik-mati-warga-bekasi-ini-terpaksa-beli-stb-meski-harganya-mahal-Ab4Sa7CbU0.jpg Pembeli STB keluhkan harga STB yang cukup mahal (Foto: Jonathan/MPI)

DAMPAK dari kebijakan suntik mati siaran TV analog, masyarakat menjadi hilang kesempatan menikmati acara favorit. Sehubungan dengan itu, sebagian masyarakat akhirnya terpaksa membeli set top box (STB), alat konversi siaran TV digital agar dapat diterima di pesawat TV analog.

Rianto, 32, misalnya. Dia mengaku baru membeli STB hari ini. "Gara-gara ASO itu, saya dan keluarga sama sekali tidak bisa menonton siaran TV. Tak ada fungsinya lagi pesawat TV di rumah. Jadi saya terpaksa beli alat STB," tuturnya saat ditemui di salah satu toko elektronik di Jalan Ir H Djuanda, Kota Bekasi, Jumat (4/11).

Pembeli STB

Bagi Rianto harga STB terbilang mahal. Dia berharap, harga STB sebanding dengan harapannya dapat kembali menikmati siaran TV dengan kualitas bagus seperti sebelumnya.

“Semoga sesuai dengan uang yang saya keluarkan untuk beli STB. Mudah-mudahan dapat banyak channel," katanya.

BACA JUGA : TV Analog Disuntik Mati, Pedagang Kesulitan Dapatkan Suplai Set Top Box

Djunaedi, 41, pemilik toko di Jalan Ir H Djuanda Bekasi, mengaku cukup banyak yang membeli STB di tokonya dua hari terakhir.

“Ya lumayan hari ini, terjual 30 unit. Memang sudah pada mati TV-nya. Mau nggak mau mereka beli STB,” katanya. Dia menyebut masih memiliki stok 50 STB lagi.

Di tokonya, Djunaedi menjual dua jenis STB bermerek Matrix dan Evinix. Keduanya mereka China. Harga antara Rp250-350 ribu sesuai tipe.

“Kami setting di sini jadi pembeli tinggal pakai di rumah," ujarnya.

Sementara itu, Nadia, 42, warga Kayuringin Jaya, Kota Bekasi, mengeluh tidak bisa menonton sinetron kesayangannya di salah satu stasiun TV meski sudah memasang STB di TV analognya.

“Saya dapat 49 channel (kanal). Tapi ada sekitar enam channel yang hilang termasuk channel TV kesayangan saya. Saya tiap malam nonton sinetron di TV itu,” tutur Nadia.

Dia mengaku kecewa lantaran sudah merogoh kocek ratusan ribu untuk beli STB tapi tetap tak bisa mengakses siaran TV yang diinginkannya. Beberapa channel pun kualitas gambarnya kurang bagus.

“Waktu lagi hujan siarannya goyang, kresek-kresek,” sesalnya.

Zainal, 39, juga mengalami hal yang sama. Padahal dia sudah memasang STB sejak sebulan lalu. "Gambarnya suka kurang bagus terutama pada siang hari. Kalau malam hari relatif bagus," ungkapnya. 

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengatakan ASO merupakan amanat Undang-Undang (UU) nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Ciptaker).

Dalam UU itu disebutkan, migrasi penyiaran Televisi dari analog ke digital harus diselesaikan pada 2 November 2022.

"Juga migrasi siaran tv analog ke digital ini merupakan program pemerintah dalam mewujudkan transformasi digital," ujarnya.

Kebijakan ini, lanjut Mahfud adalah ketentuan dari International Telecommunication Union (ITU). Dimana peralihan siaran televisi analog ke digital adalah keharusan.

(hel)

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini