Share

Siaran TV Analog Disuntik Mati, Warga Bekasi Ini Terpaksa Beli STB meski harganya Mahal

Jonathan Simanjuntak, Jurnalis · Jum'at 04 November 2022 21:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 04 54 2701233 siaran-tv-analog-disuntik-mati-warga-bekasi-ini-terpaksa-beli-stb-meski-harganya-mahal-Ab4Sa7CbU0.jpg Pembeli STB keluhkan harga STB yang cukup mahal (Foto: Jonathan/MPI)

Sementara itu, Nadia, 42, warga Kayuringin Jaya, Kota Bekasi, mengeluh tidak bisa menonton sinetron kesayangannya di salah satu stasiun TV meski sudah memasang STB di TV analognya.

“Saya dapat 49 channel (kanal). Tapi ada sekitar enam channel yang hilang termasuk channel TV kesayangan saya. Saya tiap malam nonton sinetron di TV itu,” tutur Nadia.

Dia mengaku kecewa lantaran sudah merogoh kocek ratusan ribu untuk beli STB tapi tetap tak bisa mengakses siaran TV yang diinginkannya. Beberapa channel pun kualitas gambarnya kurang bagus.

“Waktu lagi hujan siarannya goyang, kresek-kresek,” sesalnya.

Zainal, 39, juga mengalami hal yang sama. Padahal dia sudah memasang STB sejak sebulan lalu. "Gambarnya suka kurang bagus terutama pada siang hari. Kalau malam hari relatif bagus," ungkapnya. 

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengatakan ASO merupakan amanat Undang-Undang (UU) nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Ciptaker).

Dalam UU itu disebutkan, migrasi penyiaran Televisi dari analog ke digital harus diselesaikan pada 2 November 2022.

"Juga migrasi siaran tv analog ke digital ini merupakan program pemerintah dalam mewujudkan transformasi digital," ujarnya.

Kebijakan ini, lanjut Mahfud adalah ketentuan dari International Telecommunication Union (ITU). Dimana peralihan siaran televisi analog ke digital adalah keharusan.

(hel)

Follow Berita Okezone di Google News

(kem)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini