Share

Viral Emak-Emak Ngamuk Kominfo Matikan Siaran TV Analog: Ya Allah Tambah Susah Cari Hiburan

Tangguh Yudha, Jurnalis · Sabtu 05 November 2022 17:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 05 54 2701549 viral-emak-emak-ngamuk-kominfo-matikan-siaran-tv-analog-ya-allah-tambah-susah-cari-hiburan-zzY1Jhhvgz.jpg Kominfo matikan siaran tv analog (Foto: Timesofindia)

KEPUTUSAN Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menghentikan siaran TV analog atau analog switch off (ASO) sukses memantik emosi masyarakat, terutama di kalangan emak-emak.

Banyak dari mereka yang tidak bisa menonton sinetron kesayangan karena saat ini untuk menonton siaran TV diperlukan perangkat tambahan bernama aset top box (STB) yang tidak sedikit orang menyebutnya mahal.

Kominfo Bikin Emak-Emak Ngamuk

Para emak-emak pun menuangkan kekesalannya di sejumlah media sosial. Mereka menganggap keputusan Kominfo untuk menyuntik mati siaran TV analog telah membuat susah masyarakat.

"Ya Allah tambah susah,pengen cari hiburan di tv,skarang semua Chanel GK ada,ada hp juga kan harus bli kuota bli alatnya aja mahal...mo di apakan kita,yg dapet alatnya GK rata..." kata @user7605592032895.

Curhat Emak-Emak TV Analog Mati

"duh..gusti.ges BBM naik.Gas naik..sgla Rupa naik.mau nonton Tv juga hrus kluar uang beli STB.yang kaya mkin kya yng miskin mksin susah," timpal akun @TikToker.

"Iya yg punya duit mah bisa beli. coba klo orang yg ga punya gimn itu. bagi mereka, boro2 beli setokbox., buat sehari2 aja susah," cuit netizen dengan akun @yulienloorens.

"Aishhh pen nnton sinetron Indosiar ini ku menangis malah yg keluar semut2 aja gambarnya kan itu sinetron kehidupan nyata di dunia,,kagak kuat beli Stb ini," ungkap pengguna Facebook dengan akun Ella Zhyu.

Untuk diketahui, STB sendiri adalah komponen penting dalam migrasi dari TV analog ke digital. Dengan STB, masyarakat dimungkinkan menonton siaran TV digital tanpa harus mengganti TV dengan yang baru.

STB atau yang lebih akrab oleh orang Indonesia sebagai dekoder merupakan sebuah perangkat elektronik yang dapat mengubah sinyal digital lalu mengolahnya menjadi gambar dan suara yang dapat ditampilkan di TV analog biasa.

Namun mirisnya, berdasarkan pantauan di sejumlah platform jual beli online pada Sabtu (5/11/2022), harga perangkat elektronik ini naik drastis naik drastis ditengah gembar-gembor suntik mati siaran TV analog.

Sebagai contoh, jika sebelumnya harga STB merek Matrix varian model Merah dibandrol dengan harga Rp 250 ribuan, kini setelah ASO dijalankan ada lapak online yang menjualnya dengan harga Rp 350 ribuan. Kenaikan juga berlaku untuk STB Matrix varian model lainnya.

Dan bukan hanya merek Matrix, untuk merek Polytron pun demikian. Jika biasanya STB Polytron dengan model PDV 620T2 dibandrol seharga Rp 250 ribuan, sekarang tidak sedikit pelapak yang melegonya dengan harga satu kali lipat lebih mahal, yakni mencapai Rp 500 ribuan.

Kenaikan harga STB bukan hanya berlaku pada dua merek tersebut, merek lain pun ikut tergerek harganya hingga meningkat secara drastis.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengatakan ASO merupakan amanat Undang-Undang (UU) nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Ciptaker).

Dalam UU itu disebutkan, migrasi penyiaran Televisi dari analog ke digital harus diselesaikan pada 2 November 2022.

"Juga migrasi siaran tv analog ke digital ini merupakan program pemerintah dalam mewujudkan transformasi digital," ujarnya.

Kebijakan ini, lanjut Mahfud adalah ketentuan dari International Telecommunication Union (ITU). Dimana peralihan siaran televisi analog ke digital adalah keharusan.

(hel)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini