Share

Dampak Analog Switch Off, Netizen: Jangankan Beli STB, Untuk Makan Sehari-hari Pun Sulit

Yusuf Emar, Jurnalis · Sabtu 05 November 2022 21:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 05 54 2701647 dampak-analog-switch-off-netizen-jangankan-beli-stb-untuk-makan-sehari-hari-pun-sulit-V6RKWstyKe.jpg Ilustrasi televisi (Foto: Freepik)

JAKARTA - Pemerintah telah resmi menghentikan siaran TV Analog atau Analog Switch Off (ASO) Jabodetabek dan mengalihkan ke Digital pada Rabu (2/11/2022) pukul 00.00 WIB.

Adapun penghentian itu ditandai dengan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Johnny G Plate dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menekan tombol pada layar yang ada di Posko Pemantauan Penghentian Siaran TV Analog, Jakarta.

Keputusan Pemerintah menyuntik mati siaran analog sontak saja memantik reaksi dari para netizen. Banyak pula warganet yang kecewa dengan keputusan tersebut.

Agar masyarakat bisa nonton siaran TV digital, mereka tak harus membeli perangkat TV digital baru, namun memerlukan perangkat tambahan Set Top Box (STB). Untuk Set Top Box (STB) sendiri, harganya berkisar antara Rp200 ribu hingga Rp400 ribuan.

Dampak Analog Switch Off, Netizen: Jangankan Beli STB, Untuk Makan Sehari-hari Pun Sulit 

Merasa keberatan dengan harga perangkat STB yang dianggap mahal, beberapa netizen mengkomentari unggahan terbaru Mahfud MD di Instagram-nya. Dalam unggahan itu, terlihat Mahfud mengumumkan lima Tokoh yang akan dianugerahi pahlawan nasional.

Namun, netizen tak menghiraukan informasi itu, mereka justru melakukan protes keras ihwal Analog Switch Off (ASO). Sejumlah warganet menjerit lantaran harus membeli perangkat STB dengan harga yang dinilai cukup mahal bagi rakyat kecil.

"Pak kenapa TV analog harus di switch off siih, masa kami harus beli stb juga ditengah gempuran ekonomi gini," tulis @abst_ein

"Rakyat kecil kek kami belum mampu buat beli STB pak, masih butuh banget TV analog buat hiburan pak. Huhuh," sahut @skinaqua4

"Tv analog sekarang sudah dihentikan, padahal itu satu satu-nya hiburan buat mbahku tiap hari. Mau beli STB dananya buat makan sehari-hari, sedih deh," cuit akun @setiaandini8

"Kasian pak kami yang rakyat kecil tidak mampu beli stb," ungkap @anni_samelia.

Selain banyak yang mengeluhkan bahwa mereka tak mampu membeli Set Top Box (STB), disisi lain banyak masyarakat yang mengatakan bahwa Pemerintah sangat tega, dan tidak memberikan solusi bagi masyarakat.

Karena, para netizen menganggap banyak rakyat yang dirugikan dengan aturan tersebut. Sejumlah netizen menyarankan untuk mengakaji lagi kebijakan Analog Switch Off (ASO) tersebut.

"Pak banyak loh yang gak sanggup beli stb terus jadinya gak bisa nonton tv lagi. Gimana tuh pak solusinya?," @theamazingloey

"TV analog dihentikan apakah sudah koordinasi dengan pengusaha TV ?? Agar mereka mempersiapkan alat bantu buat ganti ke digital? They need time, sosialisasikan dengan warga!! Masa dimatikan gitu aja? Belajar kalau mau buat keputusan, bikin plan, koordinasi dengan semua pengusaha TV, cari solusi bagaimana. Bukan mendadak matikan!!! Belajar deh buat keputusan dengan baik dan bijak," tulis @solidaritas453261

"Mungkin bisa dikaji lagi pak kebijakan ini. soalnya banyak rakyat yang dirugikan," tambah @van95tea_

"Pak. Kasian rakyat kecil. Hiburan mereka cuma tv. Bagi mereka mungkin beli STB itu sulit," ujar @andrianaramlan.

Sebagai informasi Mahfud MD mengatakan bahwa ASO merupakan amanat Undang-Undang (UU) nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Ciptaker). Kebijakan itu adalah ketentuan dari International Telecommunication Union (ITU). Dimana peralihan siaran televisi analog ke digital adalah keharusan.

Selain itu Mahfud MD juga mengatakan ASO diberlakukan dulu untuk daerah-daerah Jabodetabek serta daerah lain yang sudah siap. Di daerah-daerah yang sudah diberlakukan, kesiapannya sudah 98%. Sementara untuk yang 2% sisanya Pemerintah sudah menyediakan posko-posko untuk langsung mensubsidi keperluannya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini