Share

Viral! Anak Nangis Jejeritan Karena Tak Bisa Nonton TV, Emak-emak: Pak Jokowi, Anak Saya Ngamuk!

Tim Okezone, Jurnalis · Minggu 06 November 2022 10:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 06 54 2701799 viral-anak-nangis-jejeritan-karena-tak-bisa-nonton-tv-emak-emak-pak-jokowi-anak-saya-ngamuk-efnlPKxrMG.jpg Tangkapan layar media sosial

SEBUAH video viral memperlihatkan seorang anak nangis meraung-raung. Sang ibu berusaha menenangkan sang anak yang menangis sambil teriak.

Dalam caption video yang diunggah akun Tiktok @ardiba07 tertulis, " Nih Pak Jokowi anak saya ngamuk ga bisa nonton TV karena ga bisa beli set top box."

Keputusan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk menghentikan siaran TV analog atau analog switch off (ASO) sejak Rabu, 2 November 2022 pukul 24.00 WIB, memang menimbulkan banyak kontroversi.

Masyarakat di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) serta 173 kabupaten/kota tidak ada layanan televisi terestrial (non-terrestrial service) sudah tidak bisa lagi menonton siaran TV analog sejak dini hari itu. Masyarakat hanya bisa menonton TV melalui siaran digital yang hanya bisa ditonton dengan memasang STB.

Banyak netizen yang sudah terbiasa menggunakan TV analog berkeluh kesah tak bisa mendapatkan hiburan lagi. Terutama dari mereka yang tak mampu membeli STB.

Netizen ikut berkomentar tentang video viral tersebut.

"Sama anak ku yang 2 tahun bun kejer gini...semoga ada rezeki lebih ya bu," ujar  @user73360126090****.

 "Aman dulu terang lagu susah nonton TV bedanya dulu gak punya TV-nya kalau sekarang TV-nya ada gambarnya yang gak ada,,Masya Allah,, astagfirullah halazim," keluh @sabrinamun*** dalam kolom komentar.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika Usman Kansong mengatakan Analog Switch Off (ASO) atau penghentian siaran TV analog dan beralih ke siaran digital di Jabodetabek dimulai 2 November 2022.

Ia menyebut, posisi pemerintah dalam program ASO adalah memfasilitasi dan mendukung industri untuk menghadapi disrupsi digital.

(vvn)

(kem)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini