Share

Viral! Ojol Curhat Diamuk Istri Karena Tak Bisa Beli Set Top Box

Tim Okezone, Jurnalis · Minggu 06 November 2022 10:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 06 54 2701808 viral-ojol-curhat-diamuk-istri-karena-tak-bisa-beli-set-top-box-4wjzFMrxKt.jpg Tangkapan layar media sosial

SEORANG ojek online (ojol) curhat di media sosial karena dimarahi istri. Pasalnya, sang istri ngamuk karena tak bisa menonton TV.

Padahal istri ojol itu sangat hobi nonton TV. Namun sejak kebijakan analog switch off (ASO) berlaku di Jabodetabek, 2 November 2022 lalu, ia harus ikhlas ketinggalan sinetron yang sering ia tonton.

"Pagi-pagi udah didumelin sama bini. Baru bangun gini, baru melek mata gua, mau berangkat ngojek. Bini gua udah marah-marah, udah cemberutin gua. Gua tanya kenapa sih cemberut mulu, Itu TV warnanya biru. Kemaren renyek, sekarang biru," ungkap sang ojol dalam video yang diunggal akun Tiktok @rendimaulanaassidk.

Ia mengaku belum mampu membeli set top box (STB) agar bisa kembali menikmati tayangan televisi. Harga STB yang berkisar Rp 200 ribuan per unit bahkan tak mampu ia dapat dengan hanya bekerja seharian.

"Ya lumayan 200rb. Gua ngojek seharian gak bisa dapat segitu," curhatnya.

Ia berharap bisa segera membeli STB agar sang istri tak ngamuk lagi. Tak sedikit netizen yang ikut curhat dalam kolom komentar.

"Sama bang, aye juga mau beli STB mahal banget. toko cina aji mumpung jualnya sampai 200 ribu, mending buat beli beras," tulis @💪💪💪 dalam kolom komentar.

"Sabar bang bukannya bini abang aja yang ngambek anak saya aja TV kaga ada gambar nya nangis mulu," curhat @Lucky ApriLy*** yang mengalami nasib serupa.

"Kalau abang mending ojol dapat duit. Saya dari mana duit buat beli," ujar @user9606576117**** tak kalah melas.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengatakan ASO merupakan amanat Undang-Undang (UU) nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Ciptaker).

Dalam UU itu disebutkan, migrasi penyiaran Televisi dari analog ke digital harus diselesaikan pada 2 November 2022.

"Juga migrasi siaran tv analog ke digital ini merupakan program pemerintah dalam mewujudkan transformasi digital," ujarnya.

 Kebijakan ini, lanjut Mahfud adalah ketentuan dari International Telecommunication Union (ITU). Dimana peralihan siaran televisi analog ke digital adalah keharusan. 


(vvn)

(kem)

1
1

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini