Share

Penerapan Tarif Tanda Centang Biru Twitter Ditunda, Apa Penyebabnya?

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Senin 07 November 2022 12:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 07 57 2702364 penerapan-tarif-tanda-centang-biru-twitter-ditunda-apa-penyebabnya-NLnPs4W2wy.jpg Penerapan tarif tanda centang biru Twitter ditunda, apa penyebabnya? (Foto: Twitter)

JAKARTA - Twitter dilaporkan menunda peluncuran layanan premium Twitter Blue, nantinya pelanggan bisa mendapatkan centang biru. Tetapi, peluncurannya ditunda hingga Rabu (9/11/2022), pasca pemilu paruh waktu di Amerika Serikat (AS) tuntas.

Kabar terkait penundaan ini, mencuat hanya beberapa hari sebelum pemilu paruh waktu AS yang akan berlangsung besok, Selasa (8/11/2022).

Dikutip dari The Verge, Senin (7/11/2022), penundaan ini dilakukan untuk meminimalisir akun centang biru yang meniru tokoh politik, seperti Presiden Joe Biden, atau media yang memberikan hasil pemilu palsu.

Dijelaskan, seorang karyawan Twitter sempat bertanya kepada manajemen mengapa perusahaan membuat perubahan yang sangat berisiko yang berpotensi mengganggu pemilu.

Sehari kemudian, seorang project manager mengatakan bahwa peluncuran diundur hingga 9 November, 2022 mendatang sehari setelah pemilu berlangsung.

Sebelumnya, Twitter berencana meluncurkan Twitter Blue versi baru pada hari ini. Perusahaan sudah menguji coba fitur tersebut pada akhir pekan lalu dan catatan update-nya sudah muncul di aplikasi Twitter untuk iOS di App Store.

Product Manager Twitter, Esther Crawford, mengonfirmasi bahwa fitur tersebut akan diluncurkan dalam waktu dekat, tetapi tidak menyebutkan kapan akan dirilis secara resmi.

Elon Musk, pemilik baru Twitter, mengumumkan versi baru Twitter Blue dengan tarif berlangganan USD7,99 atau sekitar Rp125 ribu per bulan pada awal bulan ini.

Dengan harga baru ini, pelanggan Twitter Blue bisa mendapatkan beberapa fitur eksklusif seperti iklan yang lebih sedikit, prioritas pencarian, dan verifikasi akun untuk mendapatkan centang biru.

Lewat aturan baru Musk, semua pengguna Twitter bisa mendapatkan centang biru jika mereka berlangganan Twitter Blue. Namun, kebijakan ini dikhawatirkan bisa membuat pengguna kesulitan mengidentifikasi akun asli di antara akun palsu.

Sebelum aturan baru ini, Twitter memberikan centang biru kepada akun milik tokoh yang mudah ditiru seperti politisi, selebriti, jurnalis, dan tokoh publik penting lainnya. Centang biru ini juga disediakan secara gratis asalkan pengguna tersebut memenuhi beberapa kriteria yang ditetapkan oleh Twitter.

Kendati demikian, menurut Musk sistem ini tidak adil karena menggolongkan pengguna Twitter menjadi 'si kaya dan si miskin'. Orang terkaya di dunia itu mengatakan sistem verifikasi baru tersebut dibuat agar tidak membedakan pengguna Twitter.

"Sistem orang kaya dan orang miskin di Twitter saat ini untuk siapa yang memiliki atau tidak memiliki centang biru adalah omong kosong," kata Musk dalam cuitannya Twitter.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini