Share

Samsung Ledek Apple Karena Tak Punya Smartphone Lipat

Tangguh Yudha, Jurnalis · Senin 07 November 2022 18:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 07 57 2702716 samsung-ledek-apple-karena-tak-punya-smartphone-lipat-PL1ykV7qeH.jpg Samsung ledek Apple karena tak punya smartphone lipat (Foto: YouTube/Samsung)

JAKARTA - Samsung baru saja merilis iklan baru awal pekan ini, tampaknya mengejek Apple karena sampai sekarang belum juga memiliki smartphone lipat.

Dikutip dari Gizmochina, Senin (7/11/2022), iklan baru itu berjudul "On the Fence" dan menyinggung Apple dengan menampilkan tayangan seorang pria duduk di pagar yang menghadap ke Samsung Store.

Tidak lama setelahnya muncul seorang karyawan Apple kemudian berjalan ke arahnya, bertanya apa yang sedang dilakukan dan nenegur pria di pagar itu untuk turun.

Namun, pria yang duduk di pagar enggan untuk turun, beralasan kalau dirinya ingin melihat toko Samsung yang ada di sebelahnya karena memiliki smartphone lipat dengan kamera epik.

Lantas, karyawan Apple yang memintanya turun membalas kalau dirinya tengah menunggu smartphone itu datang ke Apple Store. Tapi si pria di pagar bertanya "kenapa? Padahal itu sudah ada di sana."

Karyawan Apple kemudian mengatakan bahwa karena hal itulah ia menunggu, menyiratkan Samsung tengah meledek Apple yang sampai saat ini tidak memiliki smartphone lipat.

Perlu diketahui, bahwa ini bukan pertama kali Samsung mengejek Apple. Pabrikan smartphone asal Korea Selatan itu sudah berkali-kali melakukannya setiap meluncurkan produk atau fitur baru.

Kendati demikian, belakangan ini penghinaan Samsung terhadap Apple telah meningkat, dengan yang terbaru berfokus pada Apple yang belum meluncurkan perangkat yang dapat dilipat.

Kembali pada bulan September 2022, Samsung meluncurkan smartphone lipat Galaxy Z Fold 4 dan Galaxy Z Flip 4 baru dengan kampanye lipat pertama yang mengejek kurangnya inovasi iPhone.

Saat ini, masih belum jelas apakah Apple memiliki rencana untuk meluncurkan smartphone yang dapat dilipat dalam waktu dekat, hingga saat ini perusahaan asal Cupertino, AS itu belum berkomentar.

(amj)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini