Share

Bahaya Daging Kadal Jika Dikonsumsi Manusia, Begini Efek Sampingnya

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Rabu 09 November 2022 12:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 09 56 2703948 bahaya-daging-kadal-jika-dikonsumsi-manusia-begini-efek-sampingnya-xe5nizfeRx.jpg Bahaya daging kadal jika dikonsumsi manusia, begini efek sampingnya (Foto: Alamy)

JAKARTA - Bahaya daging reptil seperti kadal, ular, hingga buaya mengintai jika dikonsumsi oleh manusia, perlu dipahami efek sampingnya yang dapat mengganggu kesehatan.

Sebuah studi telah menerangkan, hewan reptil yang dikonsumsi dapat memiliki efek samping yang patut dipertanyakan disamping rasanya yang lezat.

Diolah dari ScienceDaily, Rabu (9/11/2022), hasil penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Food Microbiology itu, mengungkapkan bahwa konsumsi daging reptil bisa menyebabkan beberapa masalah kesehatan.

Orang yang mengonsumsi daging reptil seperti buaya, kura-kura, kadal atau ular berisiko mengalami beberapa penyakit tertentu, yakni trichinosis penyakit yang disebabkan oleh cacing pita di hewan liar terutama babi membuat sakit perut dan diare.

Kemudian, pentastomiasis, gnathostomiasis dan sparganosis yang semuanya penyakit hewan yang menular ke manusia.

"Risiko mikrobiologis yang paling jelas kemungkinan berasal dari bakteri patogen terutama Salmonella, Shigella, E.coli, Yersinia enterolitica, Campylobacter, Clostridium dan Staphylococcus aureus. Bakteri ini dapat menimbulkan penyakit dengan derajat keparahan berbeda-beda," ujar Simone Magnino, seorang peneliti untuk badan kesehatan dunia (WHO).

Para ahli mengatakan, data mengenai risiko kesehatan pada masyarakat belum bisa diambil kesimpulan. Ini dikarenakan tidak adanya informasi perbandingan mengonsumsi daging reptil dengan prevalensi patogennya.

Selain itu, masih sedikitnya penelitian yang mempublikasikan hubungan antara konsumsi daging reptil dengan beberapa penyakit.

"Walaupun sebagian besar informasi yang dipublikasikan menggunakan binatang reptil peliharaan (pets), namun ada juga yang menggunakan spesies liar atau dibesarkan di penangkaran," ujar Magnino.

Guna menghindari penyebaran penyakit akibat bakteri patogen, para ahli menyarankan masyarakat agar membekukan daging terlebih dahulu untuk menonaktifkan parasit yang ada.

Sementara itu, pengolahan dan cara memasaknya juga harus tepat (jangan setengah matang) agar bakteri patogennya mati.

Tujuan dari evaluasi risiko ini, untuk membuat dasar ilmiah dalam penyusunan undang-undang yang dapat menjamin perlindungan konsumen.

Beberapa negara diketahui telah menggunakan kura-kura, buaya, ular dan kadal sebagai pengganti sumber protein dalam urutan rantai makanannya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini