Share

Pernah Merasa Seakan Terjatuh Saat Tidur? Ini Penyebabnya

Angeltika Clara Sinaga, Jurnalis · Kamis 10 November 2022 10:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 09 56 2704298 pernah-merasa-seakan-terjatuh-saat-tidur-ini-penyebabnya-Xeme9Iu8LQ.JPG Pernah merasa seakan terjatuh saat tidur? Ini penyebabnya (Foto: iStock)

JAKARTA - Sebagian orang mungkin pernah merasa seperti terjatuh saat sedang tidur, sehingga tiba-tiba menjadi terbangun karena merasakan gerakan menyentak.

Lantas, sebenarnya kondisi apakah itu dan mengapa bisa terjadi saat kita tertidur?

Dilansir dari kanal YouTube Kok Bisa?, Kamis (10/11/2022), fenomena tersebut ternyata disebut hypnic jerk atau hypnagogic jerk, di mana gerakan tubuh manusia mengalami kejang singkat secara tiba-tiba dan rasanya sangat kuat saat sedang tidur.

Fenomena hypnic jerk sering dikaitkan dengan sensasi terjatuh dari atas, tersandung atau terasa seperti terkena sengatan listrik. Hal ini berkaitan pada kondisi hypnagogic, yaitu periode antara tidur dan sadar.

Teori mengatakan, hypnic jerk dapat terjadi karena otak manusia sedang diperebutkan oleh dua sistem saraf. Dalam otak manusia terdapat saraf Ventrolateral Preoptic Nucleus (VLPO) yang berfungsi untuk mengatur rasa kantuk, dan juga saraf Reticular Activating System yang memicu aktivitas terjaga.

Kedua sistem saraf pada otak ini saling tarik menarik untuk mengontrol rasa kantuk dan terjaga manusia. Saat saraf VLPO bergerak untuk membuat kita tertidur, pada waktu yang sama saraf Reticular Activating System belum sepenuhnya ternon-aktifkan sehingga memicu perasaan seperti terjatuh atau kejang secara singkat.

Otak kita seringkali lebih dahulu tertidur sebelum tubuh kita. Hal inilah yang menyebabkan otak salah mengartikan otot-otot yang rileks sebagai tanda bahwa kita sedang terjatuh sehingga terjadilah fenomena hypnic jerk tersebut.

Hpynic jerk bukan hal yang jarang ditemukan, sekitar 60-70 persen orang pernah mengalaminya. Beberapa oranga ada yang langsung terbangun ketika merasakan hypnic jerk, tetapi ada juga yang tetap tertidur lelap.

Kondisi ini bisa dialami oleh pria ataupun wanita dalam segala kategori usia. Namun, hypnic jerk merupakan hal yang normal dan tidak perlu khawatir jika pernah mengalami kondisi tersebut.

Hal yang perlu diperhatikan untuk mengurangi risiko terjadinya hypnic jerk adalah dengan mengatasi kegelisahan dan usahakan untuk tidak melakukan pekerjaan berat saat malam hari. Kemudian, perlu adanya asupan nutrisi untuk meningkatkan kemampuan otak agar baik.

(amj)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini