Share

Banyak Set Top Box Tak Standar, Nurul Arifin: Kalau Enggak Siap, Jangan Buru Buru Dong

MNC Portal, Jurnalis · Jum'at 11 November 2022 11:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 11 54 2705404 banyak-set-top-box-tak-standar-nurul-arifin-kalau-enggak-siap-jangan-buru-buru-dong-jk3ZCIRzep.jpg Banyak Set Top Box yang tak standar, Nurul Arifin: Kalau Enggak Siap, Jangan Buru Buru Dong (Foto: Siaran Digital Indonesia)

JAKARTA - Anggota Komisi 1 DPR Nurul Arifin mengkritik tidak standar-nya set top box (STB) yang dijual di pasaran. Padahal, STB merupakan alat penting untuk mengonversi televisi konvensional agar mampu menangkap siaran televisi digital.

Dia pun mengingatkan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) agar pelaksanaan analog switch off (ASO) tidak mempersulit masyarakat.

“Masyarakat harus mendapatkan haknya. Kalau enggak siap, jangan buru-buru dong, itu hanya bikin rakyat susah. Apalagi sekarang situasinya banyak krisis. Harus lihat (masyarakat) di bawah situasinya seperti apa. Ini yang kami sesalkan,” tegas Nurul di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (10/11).

Politisi Partai Golkar ini juga menyesalkan Kemenkominfo yang tidak konsisten dalam penerapan serentak ASO secara nasional namun baru di Jabodetabek per 2 November lalu.

“Seolah-olah Jabodetabek sudah mewakili satu Republik ini dan melegitimasi ASO. Jangan sampai Pemerintah buang badan atas kewajibannya menyediakan infrastruktur peralihan siaran TV ini," kata Nurul.

Sebelumnya, sejumlah warga di Jabodetabek mengaku STB yang mereka dapatkan kurang berfungsi dengan baik.

Sementara itu, anggota lain Komisi I DPR Nico Siahaan mengungkapkan, komisinya sama sekali belum membahas aspek kualitas dan standar STB dengan Kemenkominfo.

“Meskipun diserahkan kepada Pemerintah, tapi ini harus sangat hati-hati. Ada tanggung jawab sangat besar di pundak pemerintah agar semua STB yang telah tersertifikasi kualitasnya benar-benar bagus,” kata politisi PDIP ini.

Dia mengingatkan agar masyarakat jangan sampai kecewa mendapatkan atau membeli STB yang buruk sehingga haknya mendapat siaran TV berkualitas menjadi hilang.

Beberapa waktu lalu, Menteri Kominfo Johnny G. Plate menyatakan bahwa sertifikasi STB dilakukan agar teknologi yang digunakan alat tersebut sesuai dengan yang dibutuhkan pengguna pesawat TV di Indonesia. Spesifikasi teknis dan keamanannya pun terjaga.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini