Share

Dahsyatnya Letusan Gunung Toba Ribuan Tahun Lalu, Hampir Musnahkan Seluruh Manusia

Angeltika Clara Sinaga, Jurnalis · Senin 14 November 2022 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 13 56 2706694 dahsyatnya-letusan-gunung-toba-ribuan-tahun-lalu-hampir-musnahkan-seluruh-manusia-tFhzWkIz5j.jpg Dahsyatnya letusan Gunung Toba ribuan tahun lalu, hampir musnahkan seluruh manusia (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Letusan dahsyat dari gunung berapi Toba di Sumatera Utara ternyata berdampak pada perkembangan manusia, sebab dinilai sebagai letusan terbesar selama 2 juta tahun terakhir.

Dilansir dari kanal YouTube Kok Bisa?, Senin (14/11/2022), letusan supervolcano Toba sekitar 74 ribu tahun lalu menyebabkan beberapa gangguan di banyak wilayah yang ada di dunia.

Namun, bagaimana kondisi Bumi dan umat manusia saat itu? Apa benar ledakannya hampir memusnahkan seluruh populasi makhluk hidup di Bumi kita ini?

Letusan dahsyat ini, diperkirakan membuat Bumi kita diselimuti musim dingin vulkanik yang berlangsung selama puluhan tahun.

Akibatnya, tumbuh-tumbuhan sulit hidup karena cahaya Matahari terhalang oleh asap vulnik. Begitu juga dengan hewan yang mati karena tidak ada sumber pangan.

Tidak hanya itu, setelah terjadinya supervolcano Toba, Bumi mengalami perubahan iklim yang ekstrem.

Sebuah studi mengungkapkan, para peneliti menganalisis simulasi model iklim global yang mungkin terjadi akibat letusan dari Toba.

Simulasi tersebut, menunjukkan pendinginan di Bumi Utara setidaknya mencapai sekitar 4 derajat Celcius dengan pendinginan regional setinggi 10 derajat Celcius. Hal ini tergantung pada parameter model.

Sementara itu, pendinginan di belahan Bumi Selatan yang termasuk sebagai tempat hunian manusia purba zaman dahulu, tidak melebihi suhu 4 derajat Celcius sehingga hasil ini yang menjelasakan bahwa efek letusan supervolcano Toba tidak mematikan pada perkembangan di wilayah Afrika.

Sebuah teori menyebutkan bahwa manusia modern lahir dari populasi manusia yang berasal dari Afrika sekitar 60 ribu tahun lalu.

Sejarah mencatat, saat terjadi letusan itu hanya sepertiga populasi manusia yang tersisa dan bertahan hidup, yaitu sekitar 10.000 sampai 30.000 orang populasi dunia.

Kini gunung berapi tersebut, telah berubah menjadi danau terbesar di Indonesia, bahkan Asia Tenggara dan menjadi danau paling terkenal di dunia.

Semenjak kejadian letusan gunung berapi Toba, dampak yang menguntungkan adalah tanah di wilayah Toba menjadi subur sampai saat ini.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini