Share

Aksi Baru Elon Musk di Twitter, Pecat Ribuan Karyawan Kontrak

Tangguh Yudha, Jurnalis · Senin 14 November 2022 12:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 14 57 2706999 aksi-baru-elon-musk-di-twitter-pecat-ribuan-karyawan-kontrak-ptAnNYWuLU.JPG Aksi baru Elon Musk di Twitter, pecat ribuan karyawan kontrak (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Setelah merumahkan separuh dari total karyawan di perusahaan barunya, Elon Musk kini mulai mengalihkan perhatiannya ke karyawan kontrak Twitter. Dilaporkan bahwa dia telah memecat ribuan karyawan kontrak.

Menurut laporan Casey Newton dan Axios dari Platformer, media sosial berlogo burung mulai mengurangi staf kontingennya pada Sabtu sore.

Setelah periode ketidakpastian tentang skala pemutusan hubungan kerja, Newton menyebutkan jumlahnya sekitar 4.400 orang yang terkena dampak.

Menurut Musk, langkah ini diharapkan bisa berdampak signifikan terhadap kemampuan Twitter untuk memoderasi konten dan menjaga agar platformnya tetap berjalan.

Kendati demikian, menariknya Twitter tampaknya tidak memberi pemberitahuan kepada mereka yang kehilangan pekerjaan akhir pekan ini.

Dilansir dari Engadget, Senin (14/11/2022), banyak dari mereka yang mengetahui bahwa mereka tidak lagi bekerja untuk perusahaan setelah tiba-tiba kehilangan akses ke sistem internal Twitter.

Sementara itu, karyawan lainnya mengetahui hal tersebut dengan membaca laporan tentang pemecatan tersebut.

โ€œSalah satu kontraktor saya baru saja dinonaktifkan tanpa pemberitahuan di tengah membuat perubahan penting pada alur kerja keselamatan anak kami,โ€ salah satu manajer memposting di Slack perusahaan, menurut Newton.

Beberapa pekerja sekarang khawatir mereka mungkin tidak dibayar untuk dua minggu terakhir kerja mereka.

Menyusul pemutusan hubungan kerja Twitter pada 4 November, banyak kontraktor berakhir dengan tim tanpa staf penuh waktu, sehingga tidak ada yang menandatangani lembar waktu mereka.

Twitter hingga saat ini belum memberikan tanggapan terkait komentar atas pemecatan massal ini. Perusahaan dilaporkan memotong seluruh departemen komunikasinya selama reorganisasi baru-baru ini.

(amj)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini