Share

Benda Paling Panas Sejagat Raya Ternyata Bukan Matahari, Lalu Apa?

Maryam Nurfauziah, Jurnalis · Selasa 15 November 2022 12:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 15 56 2707812 benda-paling-panas-sejagat-raya-ternyata-bukan-matahari-lalu-apa-qMouwF98ho.jpg Benda paling panas sejagat raya ternyata bukan Matahari, lalu apa? (Foto: CERN)

JAKARTA - Sinar Matahari saat siang terik terasa panas khususnya di Indonesia, meski begitu jauh lebih mending daripada panasnya air mendidih, petir pada saat badai besar, atau bahkan lava dari gunung berapi.

Mungkin terlintas dalam pikiran Anda, benda apa yang paling panas sebenarnya di dunia ini?

Diolah dari kanal YouTube Kok Bisa?, Selasa (15/11/2022), sebelum membahas mengenai benda paling panas di dunia ini, kita harus mengetahui terlebih dahulu konsep panas sebenarnya.

Konsep panas memiliki dua maksud yang berbeda hanya karena sering tercampur penggunaannya, maka definisi panas yang dimaksudkan itu lebih kepada benda yang bertemperatur tinggi.

Misal panas (Joule) proses perpindahan energi dari satu benda ke benda lainnya, sedangkan temperatur (C/F/K) merupakan ukuran energi kinetik yang terdapat di dalam suatu bahan.

Jadi, jika kita berbicara tentang benda terpanas di alam semesta, ternyata jawabannya bukan lava atau inti Matahari, melainkan ada di mesin akselerator partikel canggih bernama The Large Hadron Collider.

Para ilmuwan berhasil menabrakan partikel-partikel dasar yang menghasilkan temperature setinggi 5 triliun derajat celcius, suhu yang bahkan berjuta-juta kali lebih panas dari suhu Matahari kita.

Meskipun itu bisa dibilang sebagai benda dengan suhu tertinggi, ternyata masih ada kejadian yang mampu mengalahkan semua itu, jawabannya adalah Big Bang.

Big Bang atau saat alam semesta kita terbentuk tepatnya 0,000000 detik setelah alam semesta mengembang, temperaturnya bisa sampai satu miliar triliun triliun derajat celcius atau jauh berkali-kali lipat dibandingkan suhu Matahari ataupun petir di Bumi.

Jika ingin tahu mengapa temperaturnya bisa begitu panas, singkatnya karena saat itu ada begitu banyak materi berkumpul di satu titik yang super duper kecil.

Jika diibaratkan, kejadian ini mirip dengan kita sedang sendiri di aula sekolah, terus teman kita berdatangan sampai ruangannya jadi terasa sangat sesak dan saking penuhnya di situ kita akan merasa kepanasan.

Kira-kira analogi itulah yang terjadi dengan partikel-partikel yang berdasarkan di awal mula alam semesta terbentuk.

Jika orang bilang selalu ada langit di atas langit, di atas panasnya udara Indonesia terdapat panasnya air mendidih, panas lava, panas Matahari, hingga panas yang tidak bisa kita bayangkan.

Jadi, rekor terpanas sejagat raya nyatanya bukanlah dipegang sebuah benda ataupun seseorang, tetapi dari sebuah fenomena kuno yang sangat singkat.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini