Share

Amazon Pertimbangkan Pecat 10.000 Karyawan, PHK Terbesar Sepanjang Sejarah Perusahaan

Tangguh Yudha, Jurnalis · Selasa 15 November 2022 14:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 15 57 2707906 amazon-pertimbangkan-pecat-10-000-karyawan-phk-terbesar-sepanjang-sejarah-perusahaan-ixutSXXByF.jpg Amazon pertimbangkan pecat 10.000 karyawan, PHK terbesar sepanjang sejarah perusahaan (Foto: Reuters)

JAKARTA - Raksasa e-commerce asal Amerika Serikat, Amazon, dilaporkan akan memecat 10.000 karyawannya mulai minggu ini. Artinya ada sekitar 3% karyawan dari jumlah total yang posisinya terancam.

Dihimpun dari The Register, Selasa (15/11/2022), dikatakan bahwa perusahaan akan memecat karyawan dari divisi perangkat Amazon, yang akan mencakup pengurangan pada tim Alexa, serta dalam sumber daya ritel dan manusia.

Jika terbukti benar, maka akan menjadi PHK terbesar dalam sejarah 28 tahun Amazon.

Amazon sendiri, sebenarnya memiliki tingkat pengurangan staf yang tinggi yang dipertahankan sebagian melalui rencana peningkatan kinerja (PIP).

Menurut berbagai sumber, Amazon secara teratur "PIP" antara 6 dan 10 persen dari tenaga kerjanya selama periode peninjauan.

Namun, karena saat ini terjadi krisis di sektor teknologi, banyak perusahaan telah menilai kembali jumlah karyawan mereka dalam enam bulan terakhir atau membekukan karyawan karena ekonomi dunia terhenti, termasuk juga perusahaan Amazon ini.

CFO Amazon, Brian Olsavsky, berbicara tentang ketidakpastian makro ekonomi yang sedang berlangsung yang mengarahkan beberapa pelanggan AWS untuk berkonsentrasi pada mengendalikan biaya, bukan hanya pelanggan yang dipaksa untuk memeriksa biaya overhead dengan cermat.

Amazon sebenarnya tidak sendiri, ada banyak perusahaan tekonologi lain yamg juga melakukan pemecatan massal terhadap karyawannya.

Baru-baru ini, Lyft dan Stripe memecat lebih dari 10 persen staf mereka, selain itu ada juga Salesforce yang mulai memberhentikan ratusan karyawan.

Tidak berhenti di situ, raksasa media sosial, Meta juga telah mengumumkan pada minggu lalu bahwa mereka memecat lebih dari 11.000 orang. Pekan kekacauan dan PHK berlanjut di Twitter dengan memberhentikan 4.400 dari 5.500 karyawan kontraknya.

(amj)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini