Share

Elon Musk Unggah Meme Sarkas Pasca Tagar #RIPTwitter Trending Topik

Tangguh Yudha, Jurnalis · Jum'at 18 November 2022 14:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 18 57 2710197 elon-musk-unggah-meme-sarkas-pasca-tagar-riptwitter-trending-topik-64ubIN2Z3j.JPG Elon Musk unggah meme sarkas pasca tagar #RIPTwitter trending topik (Foto: Tangkapan Layar)

JAKARTA - Pemilik baru Twitter, Elon Musk, mengunggah meme sarkas untuk menanggapi tagar #RIPTwitter yang digemakan netizen. Meme diunggah tanpa menyertakan caption apapun.

Meme yang dibagikan oleh orang terkaya nomor satu di dunia itu menampilkan seseorang yang asik berfoto di sebuah makam. Namun muka orang beserta batu nisan diedit menjadi gambar burung khas Twitter.

Elon Musk tampaknya ingin menyampaikan bahwa tagar #RIPTwitter merupakan sebuah kekonyolan. Pasalnya netizen melontarkan tagar tersebut di platform Twitter yang sebenarnya masih berjalan.

Elon Musk menganggap orang yang meninggal dan orang yang ditinggalkan merupakan satu individu yang sama. Dan ini menjadi sangat menarik karena fenomena terjadi tak lama setelah Twitter pindah ke tangannya.

Meme Elon Musk ini pun sukses membetot perhatian netizen. Hingga berita ini dimuat pada Jumat (18/11/2022), meme sudah diretweet lebih dari 77 ribu kali dan dikomentari hampir 30 ribu kali, kemungkinan bakal berambah.

Sekadar informasi, tagar #RIPTwitter sendiri memuncaki trending topik pasca karyawan Twitter dikabarkan resign massal karena Elon Musk melayangkan ultimatum yang mengharuskan mereka bekerja lebih keras.

Gelombang protes yang dilontarkan para karyawan ini tidak hanya membuat #RIPTwitter menggema di Twitter tapi juga berhasil memaksa Elon Musk menutup seluruh kantornya.

Reporter senior dari The Verge, Zoe Schiffer menyampaikan bahwa ini dilakukan orang terkaya nomor satu di dunia itu lantaran ia takut perusahaan disabotase oleh karyawan yang tidak suka dengannya.

"Twitter baru saja memberi tahu karyawan bahwa efektif segera, semua gedung kantor ditutup sementara dan akses lencana ditangguhkan," kata Zoe Schiffer, dalam cuitannya.

"Tidak ada rincian yang diberikan mengapa. Kami mendengar ini karena Elon Musk dan timnya takut karyawan akan menyabotase perusahaan," lanjutnya.

(amj)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini